JAKARTA, (ERAKINI) - Maag yang kambuh saat berpuasa kerap menimbulkan rasa perih di ulu hati, nyeri perut, hingga kembung yang mengganggu aktivitas. Pada sebagian orang, keluhan ini bahkan disertai mual dan muntah. Agar ibadah tetap lancar dan nyaman, kondisi ini perlu dicegah dengan langkah yang tepat.
Maag atau dispepsia merupakan kumpulan gejala akibat gangguan pada lambung, seperti gastritis maupun GERD. Saat kambuh, penderitanya bisa merasakan sensasi terbakar di ulu hati, sering bersendawa, perut terasa penuh, hingga mual dan muntah.
Selama Ramadan, risiko maag meningkat karena lambung dibiarkan kosong lebih dari 12 jam. Kondisi tersebut dapat merangsang produksi asam lambung. Ditambah lagi, perubahan pola makan dan jam tidur sering kali membuat metabolisme serta sistem pencernaan menjadi kurang stabil.
Supaya puasa tetap nyaman, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah maag kambuh, dirangkum Erakini, Rabu (4/3/2026)!
1. Jangan Lewatkan Sahur dan Segera Berbuka Tepat Waktu
Perubahan jadwal makan saat puasa menuntut kedisiplinan. Mengonsumsi makanan ketika waktu berbuka tiba dan tidak melewatkan sahur merupakan kunci utama menjaga lambung tetap stabil. Meski sedang dalam perjalanan atau sibuk bekerja, usahakan tetap berbuka tepat waktu. Begitu pula saat sahur, walaupun mengantuk, tetaplah makan meski dalam porsi sederhana agar lambung tidak kosong terlalu lama.
2. Pilih Makanan yang Bersahabat untuk Lambung
Bagi penderita maag, ketepatan waktu makan perlu diimbangi dengan pemilihan menu yang aman. Hindari hidangan yang berpotensi memicu iritasi lambung. Saat berbuka, awali dengan air putih untuk membantu menetralkan kondisi lambung, kemudian konsumsi camilan sehat seperti kurma. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan utama yang bergizi seimbang.
Batasi makanan tinggi lemak dan terlalu pedas. Perbanyak sayur dan buah, serta pilih sumber protein yang lebih ringan seperti tahu, tempe, atau susu kedelai. Yogurt juga bisa menjadi pilihan karena kandungan probiotiknya mendukung kesehatan saluran cerna.
3. Jauhi Makanan dan Minuman Pemicu
Selain memilih makanan yang tepat, penting pula menghindari asupan yang dapat memancing kambuhnya maag. Makanan cepat saji, gorengan, serta hidangan bercita rasa pedas sebaiknya dibatasi. Untuk minuman, hindari konsumsi soda dan minuman berkafein saat sahur maupun setelah berbuka karena dapat merangsang produksi asam lambung.
4. Beri Jeda sebelum Tidur
Kebiasaan langsung berbaring setelah sahur atau berbuka dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks). Akibatnya, muncul rasa panas di dada dan tenggorokan yang mengganggu kenyamanan, bahkan bisa membuat sulit tidur. Idealnya, beri jarak sekitar 1–2 jam antara waktu makan dan waktu tidur agar proses pencernaan berlangsung lebih optimal.
5. Gunakan Obat Maag jika Diperlukan
Apabila keluhan sudah terasa berat, obat maag seperti antasida dapat membantu menetralkan asam lambung. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan jenis dan dosis obat sesuai dengan kondisi Anda.
Catatan: Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, risiko maag kambuh saat puasa dapat diminimalkan sehingga ibadah Ramadan bisa dijalani dengan lebih nyaman. Jika berbagai upaya sudah dilakukan tetapi keluhan tetap muncul, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai dan tepat sasaran.