Pantau Hari Libur 2026, Wisatawan Senang Liburan Keluarga dan Singkat
Sali Pawiatan
JAKARTA (ERAKINI) – Setelah dua tahun pemulihan pascapandemi yang eksplosif didorong oleh fenomena revenge travel, lonjakan dramatis pada 2023 dan 2024 tidak kembali terulang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan pergeseran ini yakni perjalanan domestik tetap tumbuh, naik 17,9% secara tahunan hingga Oktober 2025. Masyarakat Indonesia masih aktif menjelajah, tapi motivasi bepergian mereka telah berevolusi.
Pada 2026 diproyeksikan sebagai tahun akselerasi industri untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Dengan banyaknya akhir pekan panjang dan hari libur nasional yang sudah tercatat dalam kalender, pola perjalanan singkat diperkirakan akan semakin intensif. Perjalanan domestik akan terus meningkat, dengan perjalanan keluarga muncul sebagai salah satu pendorong terkuat pergerakan pariwisata.
Bagi tiket.com sebagai OTA di Indonesia, tahun 2025 menjadi titik balik penting. Perjalanan kini tidak lagi diukur dari seberapa sering orang bepergian atau seberapa jauh jarak yang ditempuh, melainkan dari apa yang mereka cari dalam perjalanan itu misalnya kebersamaan keluarga, pengalaman berkualitas, serta fleksibilitas waktu dan anggaran.
Berdasarkan survei tiket.com yang dianalisis oleh Lokadata, 73% wisatawan domestik menyatakan tujuan utama mereka adalah alasan personal, yaitu liburan keluarga, waktu berkualitas bersama orang terdekat, atau jeda singkat dari rutinitas harian.
“Era revenge travel sudah berakhir. Masyarakat Indonesia tetap bepergian, tapi kini dengan tujuan yang lebih dalam dan keputusan yang lebih cerdas,” ujar Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com.

















