Banyak orang tua yang kerap memilih makanan instan atau seadanya untuk sarapan anak. Padahal, beberapa menu sarapan yang terlihat praktis dan disukai anak-anak justru berbahaya. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) – Banyak orang tua yang kerap memilih makanan instan atau seadanya untuk sarapan anak. Padahal, beberapa menu sarapan yang terlihat praktis dan disukai anak-anak justru bisa berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus.
Sarapan bergizi sangat penting bagi anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Dengan mengonsumsi menu bergizi di pagi hari, anak akan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, baik secara fisik maupun psikis.
Berdasarkan penelitian, anak yang rutin sarapan bergizi memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan mereka yang tidak sarapan.
Namun, jika Ibu tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan menu sarapan anak bergizi, jangan sekedar memberikan makanan seadanya yang tidak bergizi. Dirangkum Erakini, Selasa (7/10/2025), Berikut empat menu sarapan yang justru berbahaya bagi anak jika dikonsumsi setiap hari:
1. Roti dan Selai
Roti tawar dengan olesan selai stroberi atau cokelat memang menjadi favorit anak-anak karena rasanya manis dan mudah disiapkan. Namun, perlu diwaspadai kandungan gula tinggi dalam selai yang dapat memicu peningkatan kadar insulin secara cepat.
Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan obesitas dan gangguan metabolisme pada anak. Karena itu, orang tua disarankan memilih roti gandum dan selai rendah gula sebagai alternatif.
2. Nasi Goreng
Nasi goreng sering dianggap menu sarapan praktis dan mengenyangkan. Namun, proses memasak yang menggunakan banyak minyak, bumbu penyedap (MSG), serta kecap manis berlebihan membuatnya kurang sehat.
Kandungan karbohidrat tinggi tanpa asupan protein dan serat yang seimbang juga dapat meningkatkan indeks glikemik, menyebabkan lonjakan insulin, dan membuat anak mudah mengantuk di sekolah. Sebagai gantinya, tambahkan sayur, telur, atau sumber protein lain agar gizinya lebih seimbang.
3. Mi Instan
Mi instan memang mudah dan cepat disajikan, tetapi sebaiknya tidak dijadikan menu sarapan rutin. Berdasarkan studi dari Consumer Education and Research Society (CERS), mi instan mengandung sodium tinggi, monosodium glutamate (MSG), dan bahan tambahan seperti propylene glycol yang tidak baik bagi fungsi jantung dan hati. Banyak produk mi instan yang diklaim sehat untuk anak padahal mengandung zat aditif yang tidak direkomendasikan untuk konsumsi harian.
4. Makanan Beku Siap Goreng
Makanan beku seperti kentang goreng, nugget, karage, hingga sosis sering jadi pilihan cepat untuk sarapan anak. Padahal, makanan ini biasanya mengandung bahan pengawet dan lemak trans yang tinggi. Proses memasaknya yang digoreng juga dapat menimbulkan risiko kesehatan lain.
Mengoonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan bisa memicu radang tenggorokan akibat iritasi lapisan mukosa tenggorokan.
Untuk itu, orang tua disarankan untuk lebih selektif dalam memilih menu sarapan anak. Pastikan makanan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan vitamin agar anak tetap aktif dan fokus sepanjang hari.