Search

Kamu Suka Maraton Nonton Film? Apakah Aman bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya!

JAKARTA, (ERAKINI) - Menonton film atau serial secara terus-menerus tanpa jeda, yang kerap disebut sebagai maraton nonton, memang terasa memuaskan, terutama saat rasa penasaran terhadap alur cerita memuncak.

Aktivitas ini bahkan sering dijadikan pelarian untuk memperbaiki suasana hati atau meredakan stres. Namun, jika dilakukan berlebihan, kebiasaan ini justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan dan menurunkan produktivitas.

Secara umum, seseorang dianggap melakukan maraton nonton ketika menghabiskan waktu untuk menyaksikan lebih dari dua film atau episode dalam satu kesempatan. Kemudahan akses terhadap berbagai tayangan menarik membuat kebiasaan ini semakin lazim. Sayangnya, di balik keseruannya, terdapat sejumlah dampak negatif yang perlu diwaspadai.

Melansir Alodokter, salah satu konsekuensi utamanya adalah minimnya aktivitas fisik. Duduk atau berbaring terlalu lama saat menonton membuat tubuh jarang bergerak. Kondisi ini dapat memicu nyeri otot, terutama di area punggung dan leher.

Dalam jangka panjang, kurang gerak juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan metabolisme, hingga pengeroposan tulang. Selain itu, metabolisme tubuh melambat, sehingga pembakaran lemak dan gula menjadi tidak optimal.

Kebiasaan ini juga sering mengganggu pola tidur. Banyak orang rela begadang demi menyelesaikan episode demi episode, yang berujung pada kurangnya waktu istirahat. Dampaknya, tubuh terasa lelah keesokan harinya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

Dari sisi pola makan, maraton nonton sering kali diiringi konsumsi makanan tidak sehat. Camilan tinggi kalori, makanan cepat saji, hingga minuman manis atau beralkohol menjadi teman setia saat menonton. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, kenaikan berat badan dan risiko obesitas pun sulit dihindari.

Selain itu, terlalu fokus pada tontonan dapat membuat seseorang menjauh dari lingkungan sosial. Dorongan untuk terus menonton bisa mengurangi interaksi dengan orang lain, sehingga memicu perasaan kesepian, kecemasan, bahkan depresi. Tidak hanya itu, kurang tidur akibat kebiasaan ini juga berdampak pada fungsi otak, termasuk menurunnya konsentrasi dan daya ingat.

Risiko lain yang jarang disadari adalah terbentuknya gumpalan darah di kaki akibat duduk terlalu lama. Kondisi ini dikenal sebagai trombosis vena dalam dan dapat berbahaya jika tidak ditangani. Bahkan, risiko gangguan jantung juga meningkat karena kombinasi antara kurang gerak dan pola makan yang tidak sehat.

Meski terlihat sepele dan menyenangkan, maraton nonton tetap perlu dikendalikan. Menikmati tontonan sah-sah saja, tetapi sebaiknya diselingi dengan aktivitas lain seperti peregangan, berjalan ringan, makan bergizi, atau bersosialisasi. Jika kebiasaan ini mulai sulit dikendalikan hingga mengganggu kesehatan atau kehidupan sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional untuk mendapatkan solusi yang tepat.