Badan lemas saat puasa merupakan hal yang wajar. Sebab tubuh tidak mengonsumsi makanan dan minuman sejak subuh hingga magrib. Terdapat beberapa gejala lemas yang harus diwaspadi, karena jika dibiarkan dapat berbahaya bagi tubuh. Misalnya, keringat dingin dan gemetar.
Lemas yang disertai dengan keluarnya keringat dingin dan gemetar biasanya merupakan tanda-tanda terjadinya hipoglikemia atau rendahnya gula darah yang cukup parah. Jika dibiarkan, maka bisa saja kehilangan kesadaran.
Lantas apa saja yang menyebabkan badan lemas saat sedang puasa? Berikut kebiasaan yang dapat memicu badan mudah lemas, dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (9/3/2025):
1. Konsumsi Junk Food
Makanan cepat saji atau junk food tidak disarankan untuk dijadikan menu berbuka maupun sahur. Pasalnya, junk food mengandung kadar lemak yang tinggi dan tidak diiringi serat dan protein. Karbohidrat bisa menjadi sumber energi cepat. Saat mengonsumsinya, tubuh memecah karbohidrat menjadi gula, yang dapat digunakan untuk bahan bakar.
Namun, makan terlalu banyak karbohidrat olahan justru bisa membuat badan berasa lelah sepanjang hari. Sebab, ketika gula dan karbohidrat olahan dikonsumsi, keduanya menyebabkan gula darah meningkat cepat. Karbohidrat olahan memang cepat membuat tubuh bertenaga, tapi kadar gula darah sangat cepat anjlok. Akibatnya, badan mudah lemas.
2. Kurang Tidur
Selama puasaRamadan sudah pasti kurang tidur sehingga menyebabkan badan lemas. Sebab, tubuh melakukan banyak hal saat tidur, termasuk menyimpan memori dan melepaskan hormon yang mengatur tingkat metabolisme dan energimu.
Menurut American Academy of Sleep Medicine, idealnya orang dewasa membutuhkan rata-rata 7 jam tidur per malam untuk kesehatan yang optimal. Namun, jikapun 7 jam tidak terpenuhi, solusinya adalah tidur lebih awal agar bisa bangun untuk makan sahur dalam kondisi yang bugar.
3. Tidur Siang Berlebihan
Saat bulan puasa, tidur di malam hari pasti berkurang karena harus melakukan ibadah pada malam hari dan sahur. Kurangnya tidur di malam hari jelas membuat rasa kantuk. Namun, tak jarang waktu siang dimanfaatkan untuk tidur berlebihan. Padahal, kebiasaan tidur berlebihan di siang hari cenderung membuat tubuh mudah lemas.
Terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Penelitian menemukan bahwa ketika pola tidur tidak selaras dengan ritme sirkadian, kelelahan kronis dapat berkembang. Ini menjadi masalah umum di kalangan orang yang bekerja dengan sistem shift atau kerja malam. Kondisi ini juga rentan dialami oleh orang yang berpuasa. Tidur siang saat puasaRamadan idealnya cukup 20-30 menit sebelum atau sesudah waktu zuhur.
4. Tidur Setelah Sahur Kebiasaan buruk lainnya adalah tidur ketika selesai makan sahur. Kembali tidur setelah sahur merupakan kebiasaan yang tidak sehat, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan, terutama gangguan pencernaan.
Tidur setelah sahur dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga ulu hati pun menjadi nyeri. Jadi, saat bangun badan bukanya kembali segar, tapi malah lemas. Sebuah penelitian juga menemuka kebiasaan tidur langsung setelah sahur dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.
Hal ini dikarenakan makanan yang masuk ke lambung tidak langsung dicerna oleh lambung saat sedang tidur. Tidur setelah makan juga mempersulit sistem pencernaan untuk mencerna makanan. Artinya, perut membutuhkan lebih banyak asupan darah untuk memperlancar kerjanya. Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski sedang tidur. Pasokan darah yang terkonsentrasi ke perut ini membuat otak kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini terus berlanjut, otak bisa mengalami stroke.
5. Kurang Bergerak
Jika kurang aktif secara fisik, badan akan mudah mengalami kondisi lemas. Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi rasa lelah. Jadi, saat berpuasa juga tetap dianjurkan untuk berolahraga agar kondisi fisik tetap bugar. Hanya, waktu berolahraga perlu diperhatikan. Waktu ideal berolahraga saat puasa adalah sebelum buka, atau beberapa saat setelah sahur. Lakukan secukupnya dalam durasi dan intensitas yang tidak memberatkan puasa.
6. Kekurangan Kalori
Mengkonsumsi terlalu sedikit kalori ketika sahur dapat menyebabkan badan terasa lemas. Tubuh manusia menggunakan kalori untuk bergerak dan memicu proses, seperti bernapas. Umumnya manusia membutuhkan minimal 1.200 kalori per hari untuk mencegah perlambatan metabolisme.
Adapun makanan tinggi kalori di antaranya nasi, daging merah, kacang-kacangan, alpukat, kentang, cokelat hitam, ikan salmon, telur, susu, dan ubi jalar.Untuk memastikan tidak kelebihan atau kekurangan kalori, Anda bisa melihat label takaran kalori pada kemasan makanan atau minuman.
7. Kekurangan Protein
Asupan protein yang rendah bisa memengaruhi kondisi badan. Mengonsumsi protein telah terbukti meningkatkan laju metabolisme dan membuat kenyang lebih lama ketimbang karbohidrat atau lemak.
Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa yang mengonsumsi makanan berprotein tinggi seperti ikan, daging, telur dan kacang-kacangan, setidaknya dua kali sehari, ternyata jarang mengalami kelelahan. Jadi, jika tidak ingin mengalami badan lemas saat puasa, pilihlah menu sahur yang kaya kandungan protein.
8. Stres Kronis
Stres kronis memiliki efek mendalam pada tingkat energi dan kualitas hidup. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa meskipun stres adalah hal yang normal, tapi jika berlebihan dapat mengakibatkan kelelahan. Selain itu, respons terhadap stres bisa memengaruhi kondisi badan.