Banyak Orang Terjerat Pinjol, Simak Tips Berikut agar Tidak Berujung Depresi
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Banyak orang saat ini terjerat utang di aplikasi pinjaman online (pinjol), termasuk mahasiswa. Umumnya mereka meminjam di banyak aplikasi pinjol untuk saling menutup tagihan pinjaman yang melewati batas waktu.
Jelakanya, saat ditagih oleh debt collector, banyak peminjam merasa diteror, bahkan sahabat dan keluarganya pun kerap diberitahu soal tagihan dan jumlah pinjaman. Tidak jarang peminjam akhirnya merasa malu, mengalami depresi bahkan berujung pada aksi bunuh diri.
Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM I Wayan Nuka Lantara mengatakan, bunga pinjaman yang dikenakan pada pinjol cukup tinggi, akan tetapi jumlah peminjam malah terus meningkat dari waktu ke waktu.
Hal itu dikarenakan proses peminjaman dianggap relatif lebih mudah dan praktis dibanding meminjam uang di perbankan.
“Bisa jadi peminjam untuk memenuhi kebutuhannya lewat bank ditolak karena profil keuangan tidak sesuai. Sehingga kemudian model pinjaman online jadi pilihan karena jauh lebih cepat dan praktis. Ujung-ujungnya bagaimana dapat duit,” kata Wayan pada program Sekolah Wartawan di Ruang Fortakgama Gedung Pusat UGM, dikutip dari laman UGM, Sabtu (24/2/2024).
Berdasarkan analisanya, peminjaman uang di fintech mulai naik saat bulan Juli dan Agustus di masa pendaftaran sekolah dan kuliah. Sebaliknya, jumlah peminjam menurun saat bulan April.


















