Ilustrasi - Penjelasan tentang makan malam bikin berat badan naik apakah benar atau tidak, mitos atau fakta. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Pernyataan mengenai ‘Makan malam bisa bikin berat badan naik’ mungkin sudah sering didengar. Tak heran, banyak orang menjadi ragu atau bahkan merasa bersalah ketika makan di malam hari.
Namun, benarkah makan malam selalu identik dengan kenaikan berat badan? Yuk, kita telaah lebih jauh berdasarkan ilmiah!
Melansir Alodokter, secara umum, waktu makan sebenarnya bukan faktor utama yang menyebabkan berat badan bertambah. Jadi, klaim bahwa makan malam pasti bikin gemuk lebih tepat disebut mitos. Yang lebih berpengaruh adalah apa dan berapa banyak yang kamu makan, bukan kapan waktu makannya.
Meski begitu, pola makan larut malam memang sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Kenapa? Karena banyak orang yang makan malam cenderung langsung rebahan atau tidur setelah makan, memilih makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi seperti gorengan, makanan cepat saji, atau camilan manis serta tidak membatasi porsi makanan karena dianggap sebagai pengganjal lapar.
Jadi, bukan waktu malamnya yang jadi masalah utama, tapi kualitas dan kuantitas makanannya.
Mengapa tubuh lebih rentan menyimpan lemak di malam hari?
Beberapa studi menunjukkan bahwa sensitivitas insulin tubuh menurun pada malam hari. Artinya, saat kamu makan larut, tubuh lebih cenderung menyimpan kalori sebagai lemak, bukan menggunakannya sebagai energi. Selain itu, makan malam yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah—dan jika tubuh tidak bisa memprosesnya dengan baik, risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 pun meningkat.
Masih sering lapar di malam hari? Ini pilihan camilan sehatnya!
- Apel dengan selai kacang alami
- Yoghurt tanpa tambahan gula
- Telur rebus
- Wortel atau timun segar
- Smoothie berbasis sayuran dan buah
Jadi, kesimpulannya adalah, makan malam tidak salah, asal tahu caranya. Makan malam tidak otomatis membuat gemuk, selama kamu memperhatikan porsi, jenis makanan, dan waktu makan. Kunci utamanya tetap terletak pada gaya hidup menyeluruh, termasuk aktivitas fisik, kualitas tidur, dan manajemen stres. Apabila mengalami kesulitan dalam mengontrol kebiasaan makan malam, dianjurkan untuk berkonsultasi langsung dengan ahli gizi atau dokter.