Catat! Ini Strategi Ampuh Taklukkan Diare saat Puasa Ramadan
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Diare yang muncul ketika sedang berpuasa memang bisa menjadi ujian tersendiri. Perut terasa melilit, tubuh mendadak lemas, bahkan kepala terasa ringan. Tak jarang kondisi ini membuat seseorang khawatir harus membatalkan ibadahnya karena takut mengalami dehidrasi.
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam. Sementara itu, diare justru membuat cairan dan elektrolit terkuras lebih cepat. Kombinasi ini bisa memicu rasa lelah berlebihan, pusing, hingga kekurangan cairan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari makanan yang kurang bersih, hidangan terlalu pedas atau berlemak, hingga perubahan pola makan drastis saat sahur dan berbuka.
Lalu, apakah satu-satunya solusi adalah langsung berbuka? Tidak selalu. Jika keluhan masih ringan dan kondisi tubuh masih cukup stabil, ada beberapa langkah cerdas yang bisa dilakukan.
Berikut ini strategi ampuh taklukkan diare saat puasa Ramadan tanpa harus langsung batal, dirangkum Erakini, Rabu (25/2/2026)!
1. Kenali Tanda Bahaya, Jangan Paksakan Diri
Apabila diare terjadi terus-menerus disertai rasa sangat lemas, pusing hebat, jantung berdebar, atau hampir pingsan, sebaiknya segera hentikan puasa. Terlebih jika muncul gejala kekurangan cairan seperti bibir dan mulut sangat kering, jarang buang air kecil, warna urine pekat, atau mata tampak cekung. Segera cari pertolongan medis bila diare dibarengi demam tinggi, muntah tanpa henti, nyeri perut berat, atau terdapat darah pada tinja. Dalam situasi seperti ini, menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada memaksakan diri untuk tetap berpuasa.

















