Ilustrasi – penjelasan mengenai mitos atau fakta menaruh ponsel di celana bisa rusak kualitas sperma. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Menyimpan ponsel di saku celana mungkin terasa praktis dan sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Tapi, tahukah kamu bahwa kebiasaan sederhana ini bisa menimbulkan risiko tersembunyi terhadap kesuburan pria?
Melansir Business Standard, pakar fertilitas dari Elantis Healthcare India Dr. Mannan Gupta menjelaskan bahwa meskipun bukti ilmiahnya belum mutlak, banyak penelitian laboratorium dan observasional menunjukkan bahwa radiasi elektromagnetik dari ponsel berpotensi mengganggu .
Radiasi ini dikenal sebagai RF-EMF (Radiofrequency Electromagnetic Field)—radiasi tak terlihat yang dihasilkan saat ponsel aktif. Dalam pengamatan di laboratorium, paparan RF-EMF menunjukkan peningkatan stres oksidatif, penurunan motilitas sperma (kemampuan bergerak), hingga kerusakan DNA. Namun, temuan-temuan tersebut sebagian besar berasal dari uji coba pada hewan atau sel dalam tabung, bukan dari studi manusia berskala besar.
Mana yang Lebih Membahayakan antara Radiasi atau Panas?
Ternyata, keduanya punya peran. Saat ponsel digunakan dalam waktu lama atau intensif, ia menghasilkan panas yang jika berada terlalu dekat dengan area skrotum (kantong testis), dapat menaikkan suhu lokal—dan ini buruk bagi proses produksi sperma, yang idealnya berlangsung dalam suhu sedikit lebih rendah dari suhu tubuh.
Sementara itu, radiasi non-termal dari ponsel juga dicurigai memicu stres oksidatif yang merusak membran sel dan DNA sperma, meskipun bukti dampak langsungnya masih menuai perdebatan ilmiah.
Menurut Dr. Gupta, paparan terus-menerus terhadap panas dan radiasi bisa memicu terbentuknya ROS (Reactive Oxygen Species), yaitu molekul tak stabil yang menyerang struktur sel. Jika berlangsung dalam jangka panjang, hal ini bisa:
1. Mengurangi jumlah sperma
2. Melemahkan pergerakan sperma
3. Merusak struktur genetik sperma
Ibarat logam yang berkarat, sperma yang terpapar ROS akan kehilangan vitalitasnya secara bertahap.
Jadi, Apakah Menaruh Ponsel di Saku Itu Berbahaya?
Jawabannya: belum tentu langsung berdampak, tapi ada potensi risiko jika dilakukan terus-menerus. Menurut Dr. Gupta, menyimpan ponsel terlalu lama di dekat area sensitif seperti pangkal paha bisa meningkatkan suhu lokal dan stres oksidatif. Dalam jangka panjang, ini bisa menurunkan kualitas dan kuantitas sperma.
Namun demikian, meski efeknya tidak secepat racun, akumulasi bertahun-tahun bisa memberikan dampak biologis yang signifikan.
Dibanding Merokok dan Minum Alkohol, Seberapa Besar Risiko Menyimpan Ponsel di Saku Celana?
Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta obesitas terbukti lebih merusak kesuburan. Dibandingkan itu, paparan ponsel dianggap risiko sekunder. Namun jika dikombinasikan—misalnya, pria muda dengan gaya hidup sedentari, diet buruk, ditambah kebiasaan menaruh ponsel di saku—efek gabungannya bisa memperparah penurunan kesuburan.
Kaum muda, khususnya pria di usia produktif, lebih sering menggunakan ponsel dan menyimpannya dekat tubuh. Karena rentang usia reproduktif mereka lebih panjang, kebiasaan ini berpotensi membawa efek jangka panjang, meski belum selalu terasa sekarang.
Meski belum ada larangan medis resmi, mengubah kebiasaan kecil bisa memberikan perlindungan tambahan. Beberapa tips praktis dari Dr. Gupta:
- Hindari menyimpan ponsel di saku celana terlalu lama
- Letakkan ponsel di tas, meja, atau saku jaket
- Aktifkan mode pesawat saat ponsel berada dekat tubuh
- Jaga pola hidup sehat: berhenti merokok, jaga berat badan, dan olahraga rutin
Jarak antara ponsel dari tubuh itu penting. Hanya dengan menjauhkan ponsel beberapa sentimeter dari tubuh, tingkat paparan radiasi menurun drastis. Menyimpan ponsel di ransel atau saku jas jauh lebih aman daripada menempelkannya di celana sepanjang hari.
Kesimpulannya yaitu, lebih baik waspada dari sekarang. Walaupun belum ada bukti yang 100% menyalahkan ponsel sebagai penyebab utama penurunan kesuburan, tidak ada salahnya bersikap hati-hati. Kesuburan adalah investasi jangka panjang. Dan jika hanya dengan mengubah posisi ponsel kamu bisa mengurangi risikonya, mengapa tidak?