Kenali 4 Bahaya Cuaca Panas Ekstrem El Nino bagi Kesehatan dan Tips Mencegahnya
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena iklim global, El Nino, bisa melanda Indonesia pada semester kedua 2026. Fenomena cuaca panas ekstrem El Nino sangat perlu diwaspadai karena menjadi ancaman serius bagi fungsi organ tubuh.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) sekitar +0,28. Namun demikian, pada semester kedua 2026 kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi, jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” ujar Teuku Faisal, Senin (13/4/2026).
El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Fenomena El Nino berpotensi membuat musim kemarau datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan terasa jauh lebih menyengat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


















