Kondisi Tubuh Ketika Olahraga saat Puasa, Amankah?
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Meski tidak makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sebagian masyarakat tetap berusaha menjaga kebugaran dengan berolahraga ringan, terutama pada pagi atau menjelang waktu berbuka.
Dokter menyebutkan, olahraga saat puasa tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh, asalkan dilakukan dengan intensitas yang tepat dan tidak berlebihan. Namun, tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh ketika berolahraga dalam kondisi berpuasa?
Dikutip dari Halodoc, Sabtu (21/2/2026), terdapat sejumlah perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh saat seseorang berolahraga ketika sedang berpuasa.
1. Jantung Memompa Darah Lebih Cepat
Saat berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mendukung pergerakan otot. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih cepat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Darah yang kaya oksigen kemudian dialirkan melalui pembuluh darah untuk menunjang aktivitas fisik. Jika seseorang merasa lemas atau pusing saat olahraga, hal itu bisa menjadi tanda suplai oksigen tidak optimal akibat tubuh yang sedang kekurangan energi dan cairan.
2. Kulit Mengeluarkan Keringat
Aktivitas fisik menyebabkan suhu tubuh meningkat. Sebagai respons, tubuh akan mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit untuk membantu menurunkan suhu.
Selain berfungsi sebagai mekanisme pendinginan alami, juga membantu mengeluarkan sisa metabolisme tubuh. Pada kondisi puasa, produksi tetap terjadi, sehingga penting untuk memilih jenis olahraga ringan guna mencegah dehidrasi berlebihan.

















