Jalan Kaki 8.200 Langkah Sehari Bisa Turunkan Risiko Obesitas
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Jalan kaki selama ini dikenal sebagai olahraga murah dan mudah dilakukan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan aktivitas sederhana ini juga efektif untuk menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Nature Medicine menganalisis data lebih dari 6.000 peserta berusia 41 hingga 67 tahun. Hasilnya, mereka yang berjalan rata-rata 8.200 langkah per hari lebih kecil kemungkinannya mengalami obesitas, sleep apnea, refluks asam, hingga depresi.
“Risiko obesitas benar-benar bisa ditekan hanya dengan berjalan lebih banyak dan lebih sering,” kata Dr. Evan Brittain dikutip dari halodoc, Senin (7/9/2025).
Manfaat Bertambah dengan Langkah Lebih Banyak
Penelitian itu menemukan peserta dengan indeks massa tubuh (BMI) 25–29 atau kategori kelebihan berat badan, mampu mengurangi risiko obesitas hingga 50 persen bila meningkatkan jumlah langkah menjadi 11.000 per hari. Dalam jangka waktu lima tahun, peningkatan ini berkaitan dengan pengurangan insiden obesitas hingga setengahnya.
Bahkan, seseorang dengan BMI 28 bisa menurunkan risiko obesitas sampai 64 persen jika menambah jumlah langkah dari sekitar 6.000 menjadi 11.000 langkah harian.
Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang—seperti jalan cepat, menari, atau bersepeda—ditambah dua kali latihan penguatan otot, sangat dianjurkan untuk orang dewasa.


















