Search

Langsung Santap Gorengan saat Buka Puasa, Berbahaya atau Tidak? Simak Penjelasannya di Sini!

JAKARTA, (ERAKINI) - Menyantap gorengan saat berbuka puasa memang terasa sangat menggoda. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa gurih membuat banyak orang sulit menolak camilan ini sebagai menu takjil. Meski begitu, konsumsi gorengan tetap perlu dibatasi karena kandungan kalori dan lemaknya cukup tinggi sehingga dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Berbagai bahan makanan sebenarnya bisa diolah menjadi gorengan, seperti tahu, tempe, pisang, hingga singkong. Walaupun bahan dasarnya cukup bernutrisi, proses memasak dengan cara digoreng, terutama menggunakan banyak minyak, dapat meningkatkan jumlah kalori dan kandungan lemak pada makanan tersebut.

Dampak Makan Gorengan Saat Buka Puasa

Proses menggoreng dengan minyak panas dalam jumlah banyak dapat menambah kalori pada makanan. Jika bahan makanan juga dilapisi tepung, kandungan kalorinya akan semakin tinggi. Selain itu, suhu tinggi saat menggoreng juga bisa memicu terbentuknya lemak trans yang kurang baik bagi tubuh.

Berikut perkiraan kandungan kalori dan lemak pada beberapa jenis gorengan (per potong), dilansir Erakini dari Alodokter, Minggu (8/3/2026)!

1. Tempe goreng tepung: sekitar 72 kalori dan 4 gram lemak
2. Tahu isi: sekitar 135 kalori dan 7 gram lemak
3. Bakwan: sekitar 137 kalori dan 12 gram lemak
4. Pisang goreng: sekitar 68 kalori dan 4 gram lemak
5. Singkong goreng: sekitar 40 kalori dan 2 gram lemak

Sebagai gambaran, kebutuhan kalori harian orang dewasa rata-rata sekitar 2.100 kalori per hari. Jika kamu mengonsumsi lima potong bakwan saja, jumlah tersebut sudah mendekati seperempat dari kebutuhan kalori harian. Padahal, saat berbuka puasa biasanya masih ada makanan lain yang dikonsumsi, seperti nasi, lauk, dan minuman manis.

Risiko Jika Terlalu Sering Makan Gorengan

Mengonsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, di antaranya:
- Obesitas akibat kelebihan kalori
- Kolesterol tinggi karena kandungan lemak yang cukup besar
- Penyakit jantung yang berkaitan dengan penumpukan lemak dalam tubuh
- Diabetes jika pola makan tinggi kalori berlangsung dalam jangka panjang

Lantas bagaimana caranya agar menikmati gorengan dengan lebih sehat? Pada dasarnya, makan gorengan saat berbuka puasa tidak sepenuhnya dilarang. Kamu tetap boleh menikmatinya, asalkan tidak berlebihan. Idealnya, cukup konsumsi satu potong gorengan untuk sekadar memanjakan selera setelah seharian berpuasa.

Jika ingin pilihan yang lebih sehat, kamu bisa mencoba beberapa tips berikut:
- Membuat gorengan sendiri di rumah agar lebih terkontrol kebersihan dan minyaknya
- Menggunakan minyak baru yang rendah kandungan lemak trans
- Menggoreng tanpa balutan tepung agar kalorinya tidak terlalu tinggi
- Mengombinasikan menu berbuka dengan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan protein

Selain memperhatikan jenis makanan, pastikan juga kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Minum air yang cukup saat sahur dan berbuka sangat penting untuk mencegah dehidrasi selama menjalani puasa di siang hari.

Kesimpulannya, gorengan saat buka puasa memang boleh dinikmati, tetapi tetap harus bijak dan tidak berlebihan agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama Ramadan.