Bulan puasa Ramadhan dari sisi keuangan semestinya lebih hemat. Tapi faktanya, banyak masyarakat yang justeru jor-joran belanja. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Bulan puasa Ramadhan dari sisi keuangan semestinya lebih hemat. Tapi faktanya, banyak masyarakat yang justru jor-joran belanja di bulan puasa Ramadhan, sehingga malah kian boros.
Hanya hitungan hari umat Islam di seluruh dunia akan menjalankan ibadah 1445 H. Selain menjadi ladang ibadah, bulan Ramadhan bisa dijadikan momen untuk menjaga kondisi dengan mengurangi pengeluaran. Jangan sampai bulan justeru membuat pengeluaran semakin membengkak.
Dirangkum Erakini dari berbagai sumber, Jumat (23/2/2024), berikut beberapa tips yang perlu Anda siapkan dari sekarang agar keuangan tidak boncos selama bulan Ramadhan 1445 H/2024:
1. Siapkan Rencana Pengeluaran
Agar pengeluaran terkelola dengan baik selam bulan Ramadhan, Anda perlu membuat rencana berupa daftar prioritas yang butuhkan dari jauh-jauh hari. Misalnya, anggaran pengeluaran untuk makan sahur dan berbuka.
Tentu setelah menyisihkan anggaran rutin seperti cicilan, listrik, biaya anak sekolah, dan lainnya tergantung kebutuhan masing-masing. Buat Anda yang punya rejeki, tidak ada salahnya mulai menyusun rencana bersedekah atau pemberian santunan, pembagian takjil maupun lainnya.
2. Utamakan Belanja Kebutuhan, Bukan Hawa Nafsu
Berpuasa bukan sekadar menahan dari lapar dan haus, tetapi melatih untuk menahan hawa nafsu. Jadi mulailah belanja sesuai dengan kebutuhan, bukan karena desakan hawa nafsu. Seperti berbelanja karena tergiur diskon, padahal tidak begitu dibutuhkan selama bulan puasa Ramadhan.
3. Kelompokkan Pengeluaran bulan Ramadan dan Lebaran
Bagi masyarakat Muslim Indonesia, memasuki bulan puasa Ramadhan berarti bersiap menyambut Hari Ray Idul Fitri. Biasanya, pengeluaran membengkak jelang Lebaran. Selain belanja pakaian baru, kue-kue Lebaran, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan pulang kampung.
Nah, agar tidak panik dan kewalahan menyambut Lebaran, ada baiknya mulai membagi anggaran untuk Ramadhan, kebutuhan sehari-hari, dan keperluan Lebaran Hari Raya. Termasuk menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk anak-anak, orang tua, saudara, dan lainnya.
Namun ingat, pengeluaran harus bisa dikontrol. Jangan memaksakan di luar batas kemampuan kantong. Sebab, belanja jelang Lebaran hukumnya bukan wajib, seperti beli baju baru dan kue Lebaran.
4. Buat Daftar Menu Sahur dan Berbuka
Agar pengeluaran tidak membengkak karena belanja yang sifatnya dadakan, Anda perlu merencanakan keuangan dengan membuat daftar menu sahur dan berbuka selama bulan Puasa Ramadhan. Memasak di rumah pasti sangat membantu karena jauh lebih hemat. Dari sekarang Anda bisa mencari referensi menu-menu sahur dan berpuka yang bisa dibuat sendiri di rumah.
5. Belanja Kebutuhan Pokok Lebih Awal
Belanja lebih awal penting dilakukan karena harga kebutuhan pokok biasanya naik saat Ramadhan, apalagi menjelang Lebaran. Nah, Anda bisa mengantisipasinya dengan cara belanja lebih awal berbagai kebutuhan yang bertahan lama, seperti beras, minyak, sirup, atau bahan bumbu-bumbuan. Tapi perlu diingat, siapkan stok kebutuhan pokok sewajarnya, bukan memborong alias panic buying.
6. Buat Catatan Pengeluaran Harian
Tips lain yang perlu Anda lakukan adalah dengan membuat catatan pengeluaran harian. Tentu Anda lah lebih mengetahui berapa banyak uang yang telah dihabiskan. Jika dirasa berlebihan, maka segera mengontrolnya untuk kembali konsisten ke rencana awal yang sudah ditentukan. Ini juga sebagai langkah agar Anda dapat terus berhemat dan memprioritaskan kebutuhan selama bulan puasa Ramadhan 1445 H.