Bacaan dan Cara Melafalkan Talbiyah saat Ibadah Haji
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Dalam rangkaian ibadah haji, terdapat satu kalimat sakral yang menjadi penanda kepasrahan total seorang Muslim kepada Allah SWT, yakni kalimat talbiyah. Bacaan ini bukan sekadar ucapan, melainkan pernyataan tauhid yang menggema di antara jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia.
Talbiyah dibaca sejak jemaah meniatkan ihram untuk haji atau umrah, dan terus dilantunkan selama mereka berada di tanah halal hingga memasuki kawasan Masjidil Haram. Bacaan ini menjadi simbol kesiapan spiritual jemaah untuk memenuhi panggilan suci Allah SWT.
Dikutip dari NU Online, talbiyah disunnahkan untuk dibaca secara lantang dan terus-menerus, dimulai sejak mengenakan ihram hingga pelaksanaan lempar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Artinya : Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
Bagi jamaah haji atau umrah membaca talbiyah dilakukan dengan keras dan lantang sebagaimana yang diriwayatkan Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin 'Amru bin Hazm dari Abdul Malik bin Abu Bakar bin Al Harits bin Hisyam dari Khallad bin As Sa`ib Al Anshari dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ خَلَّادِ بْنِ السَّائِبِ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَوْ مَنْ مَعِي أَنْ يَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالتَّلْبِيَةِ أَوْ بِالْإِهْلَالِ يُرِيدُ أَحَدَهُمَا


















