Nigeria Bidik Posisi Puncak dalam Peta Ekonomi Halal Global
Abdul Rahman Ahdori
ABUJA, (ERAKINI) - Pemerintah Nigeria berkomitmen menjadikan negaranya pemain utama industri halal global. Hal itu disampaikan langsung Presiden Nigeria Kashim Shettima beberapa waktu yang lalu.
Kashim meyakini bahwa ekonomi halal global diperkirakan bernilai lebih dari 2 triliun dolar AS pada 2024 lalu dan diproyeksikan menembus 2,8 triliun dolar AS pada tahun ini. Menurut Kashim hal itu seiring bertambahnya populasi Muslim dunia yang diperkirakan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030.
“Nigeria berambisi menjadi pemain kunci dalam peta ekonomi global,” ujar Kashim seperti dikutip erakini, Minggu (4/5/2025).
Potensi Besar di Nigeria
Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa, dan mayoritas—sekitar 51 persen—beragama Islam, Nigeria menempati posisi sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di Afrika, melampaui Mesir. Pertumbuhan penduduk yang cepat—sekitar 2,5 persen per tahun—menambah daya dorong bagi ekspansi pasar halal domestik maupun regional.
Saat ini, Nigeria merupakan ekonomi halal terbesar kedua di Afrika setelah Mesir, dengan nilai mencapai 107 miliar dolar AS atau 22,7 persen dari total pasar halal di benua tersebut. Pemerintah Nigeria menargetkan pertumbuhan pasar ini mencapai 180 miliar dolar AS pada 2027, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 10,7 persen.
Namun, sejumlah tantangan masih menghadang, termasuk belum adanya satu lembaga sertifikasi halal nasional yang terstandarisasi. Untuk menjawab persoalan ini, pemerintah membentuk Komite Teknis Sertifikasi Halal pada 2022 dan Organisasi Standar Nigeria mulai merumuskan kerangka operasional produk halal sejak 2023.
Dorong Ekspor dan Investasi
Di sektor ekspor, Nigeria mencatat nilai ekspor produk halal sekitar 380 juta dolar AS pada 2023, atau sekitar 5,8 persen dari total ekspor negara-negara Afrika ke anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Nigeria berada di peringkat ke-11 eksportir halal di kawasan tersebut.
Asisten Khusus Presiden Nigeria untuk Perluasan Ekspor, Aliyu Sheriff, menyebut bahwa jika ekspor halal Nigeria ke negara-negara OKI bisa ditingkatkan dari 2 persen menjadi 6 persen dalam empat tahun ke depan, maka kontribusi terhadap PDB bisa bertambah hingga 548 juta dolar AS.
Nigeria juga tengah menjajaki peluang ekspansi lewat Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA), mengingat 27 dari 57 negara anggota OKI berada di Afrika. Saat ini, ekspor halal Nigeria ke negara-negara tersebut baru mencapai 59 juta dolar AS.
Produk ekspor utama meliputi daging, jeroan, kakao, olahan gula, dan hewan ternak. Sementara itu, lebih dari 70 persen kebutuhan halal di Nigeria masih dipenuhi melalui impor. Untuk itu, penguatan kapasitas produksi nasional menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Pertumbuhan Sektor Keuangan Islam
Sektor keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2023, aset keuangan Islam Nigeria mencapai 3,8 miliar dolar AS, dengan mayoritas—sekitar 59 persen—berasal dari sukuk (obligasi syariah). Nigeria kini menjadi pasar sukuk terbesar di Afrika dengan nilai 2,3 miliar dolar AS.
Nigeria juga memiliki tiga bank syariah nasional: Jaiz Bank, Taj Bank, dan Lotus Bank. Namun, potensi pasar masih jauh dari optimal, mengingat jutaan warga Muslim belum tersentuh layanan perbankan formal.

















