Fitry Primadona saat Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus SB-IPB, Bogor, Selasa (21/10/2025) (Foto: Dok Ist)
BOGOR, (ERAKINI) - Sekolah Bisnis IPB University menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor bagi Fitry Primadona pada Selasa (21/10/2025) di Kampus SB-IPB, Bogor. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Program Studi Manajemen Bisnis, Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc., Fitry berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Loyalitas Konsumen dan Implikasinya dalam Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.”
Dalam pemaparannya, Fitry menyoroti pesatnya pertumbuhan wisata halal global dan menekankan pentingnya loyalitas wisatawan Muslim sebagai kunci daya saing dan keberlanjutan destinasi halal. Penelitian ini berfokus pada Pulau Lombok sebagai pionir wisata halal di Indonesia, yang menurutnya masih menghadapi kesenjangan antara kebijakan pemerintah, kesiapan industri, dan ekspektasi wisatawan.
“Pemerintah, pelaku usaha, dan wisatawan sama-sama menyadari potensi besar Lombok sebagai destinasi halal terkemuka. Namun, masih terdapat jarak antara kebijakan di atas kertas dengan pengalaman faktual di lapangan,” ujar Fitry dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, konsistensi layanan, jaminan kehalalan, dan transparansi digital merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan serta loyalitas wisatawan Muslim.
Fitry menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksploratori berurutan. Tahap kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 54 pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas.
Temuan kualitatif tersebut kemudian dioperasionalisasikan dalam survei kuantitatif terhadap 600 wisatawan Muslim dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas wisatawan terbentuk melalui interaksi antara atribut ramah halal dan pengalaman wisata halal yang memengaruhi perceived value, kepuasan, serta kepercayaan wisatawan.
Dari ketiga faktor tersebut, perceived value menjadi mediator utama yang menghubungkan pengalaman wisata dengan loyalitas, sedangkan kepuasan dan kepercayaan memperkuat keterikatan emosional wisatawan.
“Loyalitas dalam wisata halal tidak sekadar diukur dari kunjungan ulang, tetapi juga keterikatan emosional dan advokasi positif yang memperkuat citra Lombok sebagai destinasi halal kelas dunia,” kata Fitry.
Selain memperkaya literatur akademik melalui pengembangan model Stimulus–Organism–Response (S-O-R), penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pelaku industri.
Beberapa di antaranya adalah penyederhanaan proses sertifikasi halal, audit layanan secara berkala, penguatan branding destinasi yang inklusif dan edukatif, serta pengembangan sistem informasi digital wisata halal yang terintegrasi.
Temuan penelitian Fitry juga telah terbit di sejumlah jurnal bereputasi internasional, seperti Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran (Scopus Q1), JournalofIndonesianIslam (Scopus Q1), dan Economica: Jurnal Ekonomi Islam (SINTA 2).
Publikasi tersebut menegaskan kontribusi akademik Indonesia dalam diskursus global tentang ekonomi halal, pariwisata berkelanjutan, dan etika konsumen, sekaligus memperkuat posisi IPB University sebagai pusat unggulan riset bisnis Islam dan pariwisata berkelanjutan di Asia Tenggara.
Fitry dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude setelah meraih IPK sempurna 4,00 dan menyelesaikan studi dalam waktu enam semester.
Capaian ini menjadi bukti komitmen IPB University dalam melahirkan doktor-doktor unggulan yang mampu mengintegrasikan keilmuan, spiritualitas, dan kebermanfaatan sosial dalam menjawab tantangan ekonomi dan pariwisata modern.
Komisi pembimbing disertasi terdiri atas Prof. Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc. sebagai ketua, dengan anggota Prof. Dr. Lilik Noor Yuliati, Ir., MFSA, dan Dr. Laily Dwi Arsyianti, S.E., M.Sc. Sidang juga menghadirkan dua penguji eksternal, yakni Prof. Dr. Sapta Nirwandar, S.E., DESS., dan Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, S.P., M.Si.