Poster resmi film 'Penunggu Rumah: Buto Ijo'. Film ini bakal tayang mulai 15 Januari 2026 di Cinema XXI. (Foto: IMDb).
JAKARTA, (ERAKINI) – Para pecinta film horor Tanah Air bisa bersiap dari sekarang karena satu tontonan terbaru berjudul ‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’ bakal hadir di awal tahun 2026 mendatang.
Digarap oleh sutradara Achmad Romie, film ini akan menghadirkan reinterpretasi segar sekaligus kelam dari legenda rakyat Timun Mas. Alih-alih sekadar menjadi monster menakutkan, Buto Ijo digambarkan sebagai sosok yang menuntut janji lama, sebuah sisi yang jarang diangkat dalam cerita rakyat.
Diproduksi oleh Creator Media, Maxstream Studios, Serujuga Film Studio, dan Vibe, Penunggu Rumah: Buto Ijo siap menghadirkan mimpi buruk baru di layar lebar. Jajaran pemeran yang hadir di film ini di antaranya Gandhi Fernando, Celine Evangelista, Valerie Thomas, Adnan Djani, Meryem Hasanah, Pratito Wibowo, serta Arie Dwi Andhika. Berikut ini sinopsisnya!
Film ‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’ mengisahkan sebuah keluarga yang baru saja menempati rumah tua berharga miring, tanpa mengetahui bahwa bangunan itu memiliki penjaga berbahaya yang tak pernah tidur.
Rumah tersebut tampak biasa dari luar, tetapi menyimpan rahasia gelap yang perlahan muncul setelah keluarga itu tinggal di dalamnya. Mulai dari pintu yang terbuka dan tertutup sendiri, suara tak kasatmata, hingga bayangan raksasa di pojok ruangan, semua menjadi petanda kehadiran sosok penjaga gaib.
Anak bungsu keluarga itu bahkan mulai merasakan tatapan dan desahan makhluk bertubuh besar yang selalu mengawasinya. Ketegangan memuncak ketika keluarga tersebut menyadari bahwa rumah itu berada di bawah kekuasaan Buto Ijo, dan ia tidak menyukai pendatang.
Mereka pun terjebak dalam rangkaian kejadian mengerikan, berusaha mencari cara untuk melindungi diri sekaligus memahami apa yang sebenarnya diinginkan sang penunggu rumah. Konflik inti film ini berputar pada upaya keluarga itu bertahan hidup, sementara teror yang mereka hadapi semakin intens dan tidak lagi bisa diabaikan.
Dalam banyak kepercayaan masyarakat, makhluk seperti Buto Ijo dianggap sebagai penjaga suatu wilayah yang menuntut rasa hormat terhadap alam dan dunia tak terlihat. Film ini menegaskan kembali kepercayaan tersebut dengan pendekatan yang lebih modern dan dramatis.