Search

Destinasi Baru Liburan Lebaran 2026, Kawasan Industri Jababeka Cikarang Jadi Kota Wisata

BEKASI, (ERAKINI) – Kawasan industri kini tidak lagi sekadar identik dengan pabrik dan aktivitas produksi. Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kawasan Industri Jababeka Cikarang, ditetapkan sebagai destinasi wisata edukasi baru yang bisa dikunjungi masyarakat umum, termasuk saat liburan Lebaran nanti.

PT Jababeka Tbk mendeklarasikan Kawasan Industri Jababeka sebagai kota wisata industri, sebuah konsep yang menggabungkan aktivitas manufaktur dengan wisata edukasi dalam satu ekosistem kawasan terintegrasi pertama di Indonesia.

Presiden Director PT Grahabuana Cikarang Ivonne Aggraini mengatakan, konsep tersebut lahir dari besarnya potensi kawasan Jababeka yang selama ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat manufaktur, tetapi juga sebagai kawasan hunian, pendidikan, hingga fasilitas rekreasi.

“Di Cikarang itu ada lahan sekitar 5.600 hektare yang merupakan Kawasan Industri Jababeka. Namun di dalamnya semua terintegrasi, bukan hanya sebagai kawasan manufaktur, tetapi juga tempat hunian dan kota wisata,” ujar Ivonne, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Menurut dia, deklarasi ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas Jababeka sebagai kawasan industri yang hidup dan dinamis, bukan sekadar pusat produksi.

Saat ini, kawasan tersebut menampung sekitar 2.000 pabrik, baik perusahaan lokal maupun multinasional. Selain itu, sekitar 1,2 juta orang tinggal dan beraktivitas di kawasan Cikarang.

Tak hanya tenaga kerja domestik, kawasan ini juga menjadi tempat bekerja bagi sekitar 10.000 tenaga kerja asing dari berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, Malaysia, hingga negara-negara Eropa.

Ivonne menjelaskan, konsep wisata industri bertujuan menghadirkan kawasan yang tidak hanya produktif, tetapi juga menawarkan ruang rekreasi dan interaksi sosial bagi masyarakat.

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan ini juga dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat untuk mengenal proses produksi industri secara langsung.

Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, Jababeka juga berencana membangun Jababeka Factory Outlet yang akan menampilkan berbagai produk sekaligus proses produksi dari pabrik-pabrik yang beroperasi di kawasan itu.

Ia mencontohkan, wisata edukasi dapat dilakukan melalui kunjungan pelajar ke pabrik makanan atau manufaktur untuk melihat langsung bagaimana proses produksi berlangsung.

Ke depan, Jababeka juga berencana menggelar festival wisata industri tahunan yang melibatkan tenant dari berbagai negara dengan menampilkan budaya dan kreativitas masing-masing.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Andri Julianto menyebut deklarasi tersebut sebagai momentum penting bagi transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata edukasi.

Menurutnya, konsep wisata industri memungkinkan masyarakat, pelajar, hingga wisatawan melihat secara langsung proses produksi dan inovasi teknologi di berbagai perusahaan.

Andri menambahkan, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata industri karena memiliki 11 kawasan industri, termasuk sekitar 2.000 perusahaan yang berada di kawasan Jababeka.

Ia meyakini pengembangan kota wisata industri akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pendapatan asli daerah.

“Kami meyakini bahwa pengembangan kota wisata industri ini akan memberikan dampak yang signifikan,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, kawasan industri di Bekasi diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, inspirasi, dan kolaborasi bagi masyarakat sekaligus destinasi wisata edukasi baru di Jawa Barat.