Kemitraan RI-Korsel Perkuat Posisi Indonesia di Bidang Pertahanan dan Teknologi
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Kemitraan antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) diyakini dapat memperkuat posisi nasional di tengah dinamika keamanan Indo-Pasifik. Bidang strategis yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia yakni pertahanan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pakar Pertahanan dan Hubungan Internasional Binus University, Curie Maharani Savitri, PhD, mengungkapkan,
meski kedua negara sama-sama bukan inovator teknologi pertahanan, namun Korsel bernilai strategis bagi Indonesia sebagai penyuplai, pemadu utama, dan kolaborator norma.
Doktor dari Cranfield University, Inggris, ini menjelaskan, dalam perspektif kepentingan nasional Indonesia, kerja sama strategis dengan Korsel membawa sejumlah potensi.
Pertama, sebagai sumber akses bagi Indonesia untuk mendapatkan teknologi standar Barat dari tangan kedua. Kedua, Korsel sebagai raksasa baru industri pertahanan dunia dengan konsumen global membutuhkan rantai suplai berdaya saing yang memungkinkan diisi oleh Indonesia. Ketiga, kedua negara memiliki konvergensi nilai yang menjunjung penggunaan AI yang bertanggung jawab di sektor .


















