Search

Profil Jessie Buckley, Aktris Terbaik Oscar 2026 lewat Film Hamnet

JAKARTA, (ERAKINI) – Jessie Buckley mencetak sejarah dalam ajang penghargaan film paling bergengsi dan tertua di dunia, Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026, yang berlangsung di Dolby Theatre, Hollywood, Minggu (15/3). Buckley memenangkan kategori Aktris Terbaik (Best Actress) dalam Peran Utama berkat perannya di film Hamnet.

Jessie Buckley menjadi salah satu bintang pertama yang tiba di karpet merah Oscar ketika persaingan kategori Best Picture antara Sinners dan One Battle After Another, semakin memanas.

Pada Oscars 2026, aktris Hollywood asal Irlandia tersebut berhasil memenangkan penghargaan Aktris Terbaik. Kemenangan ini menjadi Oscar pertama Buckley dalam kategori Pemeran Utama, sekaligus semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu aktris paling berbakat dan serbabisa di generasinya.

Dilansir The Guardian, Senin (16/3/2026), sejak meraih berbagai penghargaan besar atas penampilannya di film "Hamnet", popularitas Jessie Buckley semakin meningkat di kalangan penggemar di seluruh dunia. Berkat perannya sebagai Agnes, istri William Shakespeare, ia juga memenangkan sejumlah penghargaan prestisius, seperti Golden Globe Awards, BAFTA Awards, dan Screen Actors Guild Awards.

Seiring popularitasnya yang terus naik, para penggemar juga penasaran dengan kehidupan pribadinya, terutama mengenai suaminya. Namun, bagi mereka yang mencari informasi tersebut, tidak menemukan banyak hal.

Buckley dikenal sangat menjaga privasi kehidupan pribadinya. Dalam berbagai wawancara, ia berhati-hati untuk tidak mengungkap identitas pasangannya secara detail. Ia bahkan tidak pernah menyebutkan nama belakang maupun usia pasangannya. 

Sikap tertutup ini justru semakin memicu rasa penasaran publik, tetapi Buckley tetap tegas memisahkan kehidupan profesional dan pribadi.

Siapa Jessie Buckley?
Ini merupakan Oscar pertama dalam kariernya, sekaligus menjadikannya orang Irlandia pertama yang memenangkan Oscar kategori Aktris Terbaik. Buckley meraih penghargaan tersebut setelah mengalahkan sejumlah nominasi kuat, di antaranya Rose Byrne (If I Had Legs I’d Kick You), Kate Hudson (Song Sung Blue), dan Renate Reinsve (Sentimental Value).

Sebelum Buckley, Irlandia sebenarnya telah memiliki beberapa nominasi kuat di kategori ini, seperti Saoirse Ronan (Brooklyn, Lady Bird, Little Women), dan Ruth Negga (Loving). Namun, tidak satu pun dari mereka berhasil memenangkan penghargaan tersebut hingga Buckley meraihnya tahun ini.

Ini bukan pertama kalinya Jessie Buckley masuk radar Academy Awards. Sebelumnya ia pernah dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik untuk perannya dalam film "The Lost Daughter".

Sepanjang musim penghargaan tahun terakhir, Buckley juga mendominasi berbagai ajang dengan memenangkan Aktris Terbaik di BAFTA Awards, Golden Globe Awards, Critics’ Choice Awards, dan Screen Actors Guild Awards.

Peran Jessie Buckley dalam Film Hamnet
Dalam film "Hamnet", Buckley yang kini berusia 36 tahun memerankan Agnes Shakespeare, istri dramawan legendaris William Shakespeare. Tokoh Shakespeare sendiri diperankan oleh Paul Mescal.

Film ini diadaptasi dari novel bestseller "Hamnet" karya Maggie O’Farrell dan disutradarai oleh Chloé Zhao. Penampilan Buckley dalam film tersebut menjadi salah satu yang paling dipuji sepanjang musim penghargaan tahun ini.

Dalam pidato, Buckley menyampaikan rasa terima kasih kepada para nominasi lain. “Terima kasih kepada para perempuan luar biasa yang berdiri bersama saya di sini. Saya terinspirasi oleh karya dan hati kalian, dan saya ingin bekerja dengan kalian semua,” ucapnya.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Irlandia membantu menerbangkan keluarganya agar dapat menghadiri acara tersebut. Buckley kemudian berterima kasih kepada ayahnya yang selalu mendorongnya mengejar mimpi.

Ia juga menyampaikan pesan penuh cinta kepada pasangannya. “Aku mencintaimu. Kamu ayah yang luar biasa. Kamu sahabat terbaikku dan aku ingin punya 20.000 bayi lagi bersamamu,” ucapnya.

Buckley juga mengucapkan terima kasih kepada sutradara Chloe Zhao dan penulis Maggie O’Farrell atas karakter yang ia perankan. Ia menutup pidatonya dengan mendedikasikan penghargaan tersebut untuk para ibu, bertepatan dengan Hari Ibu di Inggris.

“Hari ini Hari Ibu di Inggris. Jadi saya ingin mendedikasikan ini untuk kekacauan indah dalam hati seorang ibu. Kita semua berasal dari garis panjang perempuan yang terus berkarya melawan segala rintangan. Terima kasih telah menghargai saya dalam peran ini. Ini kehormatan terbesar. Saya bahkan tidak percaya ini terjadi,” katanya.