Search

Wow! Film Biopik ‘The Beatles’ Rilis Wajah Perdana Para Pemerannya

JAKARTA, (ERAKINI) - Proyek film biografi ‘The Beatles’ akhirnya memperlihatkan penampakan perdana para aktor yang akan menghidupkan legenda musik asal Inggris tersebut. Mengusung judul The Beatles – A Four Film Cinematic Event, proyek raksasa ini akan hadir dalam bentuk empat film terpisah, dengan masing-masing cerita berfokus pada satu personel The Beatles. Seluruh film digarap oleh sutradara peraih Oscar, Sam Mendes, dan dijadwalkan rilis bersamaan pada 7 April 2028.

Foto-foto terbaru yang dirilis ke publik langsung menyita perhatian. Empat aktor utama tampil dengan transformasi yang cukup mencolok: Paul Mescal dipercaya memerankan Paul McCartney, Harris Dickinson sebagai John Lennon, Joseph Quinn sebagai George Harrison, dan Barry Keoghan sebagai Ringo Starr.

Perubahan penampilan para aktor menjadi topik utama pembicaraan. Joseph Quinn tampil meyakinkan dengan potongan rambut khas era 1960-an yang langsung mengingatkan pada sosok George Harrison muda. Barry Keoghan, meski masih mempertahankan karakter wajahnya sendiri, terlihat semakin menyerupai Ringo Starr berkat gaya rambut mop top yang ikonik.

Transformasi paling drastis tampak pada Harris Dickinson. Aktor yang selama ini dikenal dengan gaya rambut pendek itu kini tampil dengan rambut panjang ala John Lennon, menghadirkan sosok yang nyaris sulit dikenali dibandingkan peran-perannya sebelumnya. Sementara itu, Paul Mescal justru menuai banyak pujian karena dinilai paling mendekati figur aslinya, baik dari segi gestur, ekspresi, maupun aura yang mencerminkan Paul McCartney.

Tak hanya mengandalkan empat pemeran utama, proyek ini juga diperkuat oleh deretan aktor papan atas lainnya. James Norton akan memerankan Brian Epstein, manajer legendaris The Beatles. Saoirse Ronan didapuk sebagai Linda McCartney, Mia McKenna-Bruce sebagai Maureen Starkey, dan Anna Sawai akan menghidupkan sosok Yoko Ono.

Dengan skala produksi besar, deretan pemeran bergengsi, serta konsep penceritaan yang tidak biasa, empat film, satu band, empat sudut pandang, proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu biopik musik paling berani dan monumental yang pernah diproduksi dalam sejarah perfilman dunia.