Gelar Sarasehan, PAPBURI Bahas Kemajuan Burung Kenari Indonesia Termasuk Beauty Contest untuk Red Variant
Akhmad Baihaqi Arsyad








Acara yang berlangsung di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Yogyakarta tersebut dikemas interakitf bersama para pecinta burung kenari di berbagai daerah, baik Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
Acara gathering dan sarasehan tersebut juga turut membahas dan menampung sejumlah gagasan untuk memajukan perkenarian Indonesia, termasuk untuk mengadakan beauty contest atau kontes kenari.
Ketua Umum PAPBURI Pusat Eko Budi Siswoyo menyampaikan rencana lomba kicau kenari yang akan digelar beberapa bulan mendatang, yaitu kelas kenari Akademi atau kenari yang dimaster (isian) dan kelas Kenari Tempo dulu atau yang tidak dimaster (tidak isian).
"InsyaAllah kita akan kembali menggelar event Akademi Kenari Indonesia pada September 2025 mendatang. Fokusnya adalah kenari dengan lagu yang dididik atau hasil mastering isian. Selanjutnya juga ada kenari Tempo Dulu atau yang tidak isian" kata Eko Budi dalam acara gathering dan sarasehan Akademi Kenari Indonesia di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Yogyakarta, Minggu (15/6/2025).
Gagasan Beauty Contest
Adapun PAPBURI yang sudah dikenal sebagai paguyuban kenari yang concern di bidang lomba lagu kenari mulai menggagas langkah baru di dunia kenari yaitu beauty contest dalam kesempatan sarasehan tersebut.
Menariknya, dalam salah satu sesi di sarasehan tersebut mencuat ide atau gagasan baru termasuk usulan mengenai gelaran Beauty Contest untuk kenari merah (Red Variant) seperti kenari Merah Lokal (Merlok), Blackred dan kenari merah sejenisnya. Usulan ini menyusul belum adanya kontes red variant wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Di kesempatan tersebut, usulan itu pun langsung disambut baik oleh para punggawa PAPBURI Pusat. Usulan soal beauty contest tersebut dinilai akan memperkaya dan membangun perkembangan kenari khususnya di Yogyakarta hingga Jawa Tengah, menambah seni di kenari yang sebelumnya yaitu lomba lagu kenari isian maupun kelas kenari lagu tempo dulu (lagu standar).
"Kita ada satu personel yang sudah terbiasa mengikuti kontes di luar negeri. Sehingga, sistem dan form penilaian penjurian bisa digodok. Mungkin bulan Februari 2026, kita bisa memulai beauty contest termasuk kenari merah (red variant) itu," katanya.
Sementara itu, salah satu Juri senior PAPBURI, Gandung menyampaikan bahwa pihaknya sangat menerima dan terbuka sekali dengan usulan beauty contest untuk kenari merah.
"Ini usulan yang sebenarnya sudah sempat digagas, karena apa pun untuk kesejahteraan masyarakat terutama peternak, kita sangat setuju dan terbuka," ujarnya.
Nantinya, lanjut dia, beauty contest bisa dibarengkan dengan event lomba yang kenari Tempo Dulu atau kenari yang tidak isian. Hal ini, mengantisipasi agar lagu-lagu kenari asli dari Red Variant tidak mengganggu kelas Akademi Kenari atau kenari isian.
"Ini bisa dibarengkan supaya jika berkicau dengan lagu kenari, tidak mengganggu untuk kenari isian," katanya.
Acara gathering dan sarasehan PAPBURI tersebut juga diperkaya dengan sharing pengalaman persilangan untuk mendapatkan generasi kenari unggul dengan Peternak Kenari senior asal Malang, Jawa Timur Fang Yong.
PAPBURI berharap, acara sarasehan yang akan disusul dengan event lomba Akademi Kenari Indonesia tersebut menjadi pintu awal untuk lebih mengembangkan dan memajukan perkenarian Indonesia.
"Kenari di Indonesia kan sudah bagus, tapi kami ingin lebih kembangkan lagi supaya lebih maju. InsyaAllah September kita akan kembali mengadakan lomba yang tentu selanjutnya akan kita rutinkan. Jadi, pada prinsipnya tujuannya adalah memajukan kenari Indonesia bersama-sama. Harapan saya gathering ini bisa menjadi pintu pembuka untuk kemajuan perkenarian Indonesia," pungkas Ketua Umum PAPBURI Pusat Eko Budi Siswoyo.


