Keutamaan dan Beberapa Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban
Abdul Rahman Ahdori
Saat ini umat Islam sudah berada di bulan Sya’ban 1445 hijriah. Bulan Sya'ban menjadi penanda akan datangnya bulan Ramadhan 1445 hijriyah. Seperti pada bulan Rajab dan Ramadhan, Sya’ban juga termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah atau syahrullah.
Ada beberapa peristiwa penting dan keutamaan yang melekat pada bulan Sya’ban ini. Meski terkadang keutamaan bulan ini kerap dilupakan oleh umat Islam. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Abu Dawud dan Nasa’i, sebagai berikut:
ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم -- حديث صحيح رواه أبو داود النسائي
Artinya: Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
Lebih lanjut, Imam Bukhari dan Imam Muslim menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw selalu puasa lebih banyak di bulan Sya’ban. Hadits inilah yang kemudian yang membuat bulan ini menjadi mulia.
Selain itu, di bulan Sya’ban, Allah telah menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka). Lalu, pada pertengahan bulan atau Nisfu Sya’ban, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah swt, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.

















