Salat Syuruq: Waktu, Tata Cara, dan Keutamaannya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Salat Syuruq merupakan salah satu salat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari. Meskipun tidak ada dalil yang disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, salat ini dianjurkan dilaksanakan sebagaimana dalam hadits-hadits Nabi Muhammad saw. Anjuran ini didasarkan pada nilai ibadah yang tinggi pada salat tersebut.
Dalam hadits, Salat Syuruq dijelaskan lebih spesifik. Salah satu hadits yang meriwayatkan tentang salat Syuruq adalah dari Aisyah ra: “Rasulullah saw biasa melaksanakan salat Syuruq di dalam masjid setelah terbit matahari (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Sedangkan para imam mazhab berbeda pendapat tentang pelaksanaan Salat Syuruq di masjid atau di rumah. Imam Abu Hanifah misalnya, ia membolehkan umat Islam melaksanakan salat Syuruq dilakukan di rumah atau di masjid.
Selanjutnya, Imam Malik yang hanya menganjurkan salat Syuruq dikerjakan di masjid. Kemudian, Imam Asy-Syafi’i yang mengatakan lebih baik dilakukan di rumah. Lalu, Imam Ahmad bin Hanbal yang sama pendapatnya dengan Imam Malik, bisa dilakukan di rumah atau di masjid.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Syuruq
1.Niat
Ushalli sunnatash shuruqi raka’ataini lillahi ta’ala
Aku niat melaksanakan salat sunnah Syuruq dua rakaat karena Allah Ta’ala
2.Takbiratul Ihram: Memulai salat dengan takbir “Allahu Akbar”.
3.Membaca Al-Fatihah di setiap rakaat, diikuti dengan surah pendek. Umumnya dianjurkan membaca
Surah Adh-Dhuha pada rakaat pertama dan Surah Al-Insyirah pada rakaat kedua.
, kemudian mengucapkan salam.


















