Tiga Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban
Abdul Rahman Ahdori
Malam nisfu sya’ban akan jatuh pada 25 Februari 2024, umat Islam di seluruh dunia sangat bergembira menyambut momentum berharga ini. Malam Nisfu Sya’ban artinya malam ke-15 di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban merupakan bulan yang dimuliakan oleh Allah swt bersama dengan bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah agar doa-doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah swt.
Seperti dikutip erakini dari artikel keislaman NU Online, dalam kitab Qalyûbî wa ‘Umairah dijelaskan: “Disunnahkan menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, dengan berdzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk shalat Subuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam Nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan.”
Selain itu, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan oleh Islam di malam nisfu sya'ban, yaitu memperbanyak do’a, membaca dua kalimat syahadat, dan memperbanyak istighfar. Berikut penjelasan dari amalan-amalan yang dianjurkan di malam Nisfu Sya’ban, yaitu:
Pertama, memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
Artinya, “(Rahmat) Allah swt turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).

















