Kesunnahan Mengumandangkan Takbir pada Malam Idulfitri
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, ERAKINI- Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Hari Raya Idulfitri adalah mengumandangkan takbir. Tradisi ini tidak hanya menandai berakhirnya bulan Ramadan, tetapi juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur umat Islam atas berbagai karunia yang diberikan Allah SWT.
Takbir mencerminkan rasa syukur atas hidayah yang diberikan, sehingga umat Islam dapat menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh dengan amal kebaikan.
Anjuran membaca takbir pada malam Idulfitri juga termaktub dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Dalam penjelasannya, ulama asal Banten, Syekh Nawawi al-Bantani, dalam kitab Marah Labid (Juz I, hal. 61), menyebutkan bahwa ayat tersebut memuat beberapa perintah penting.
Pertama, perintah untuk mencukupkan jumlah puasa, termasuk mengganti (qadha) puasa yang terlewat selama bulan Ramadan. Kedua, anjuran untuk mengumandangkan takbir pada hari raya. Ketiga, perintah untuk mengagungkan Allah atas hidayah yang telah diberikan-Nya.
















