Agar Sesuap Makanan Menjadi Berkah di Bulan Ramadhan Menurut Gus Baha
Riduwan
SELAMA menjalankan aktivitas puasa di bulan Ramadhan, selain menahan rasa lapar dan dahaga, umat Islam juga akan berlomba-lomba mencari maghfirah, ganjaran pahala berlipat dan keberkahan yang dilimpahkan oleh Allah selama bulan puasa.
Di antara banyaknya jalan-jalan dan cara-cara untuk meraih pahala dan keberkahan itu, tentu akan sangat disayangkan jika tidak mendapatkan ganjaran keberkahan dari apa yang masuk ke dalam tubuh kita di bulan puasa ini, baik itu makanan ataupun minuman.
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal dengan Gus Baha di dalam ceramahnya menjelaskan tentang bagaimana agar mekanan yang dimakan dapat mendatangkan keberkahan. Didahuli dengan mengutip sebuah hadits populer yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu:
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « إِنَّ اللهَ لَيَرْضَ عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأَكُلَ الأَ كْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا » رَوَاهُ مُسْلِمِ
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah rida terhadap seorang hamba yang apabila dia makan, lalu dia memuji kepada Allah atas nikmat tersebut, ataupun jika dia minum, dia memuji kepada-Nya atas kenikmatan tersebut.” (HR. Muslim, no. 2734).
Ulama asal Rembang itu menjelaskan bahwa, ketika seseorang memuji Allah atas makanan yang ia nikmati, dan Allah Ridha atas itu, maka saat itulah keberkahan akan menyelimuti orang tersebut. Sebab, kata “إِنَّ” yang bermakna “sesungguhnya” dan setelah kata Allah ditambah lagi dengan huruf “لَ” sehingga bermakna “Sesungguhnya Allah Sangat Ridha”. Maka, ketika Allah sudah Ridha tentu itu adalah “Maqom” tertinggi seorang hamba.
















