3 Makna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Salah satu malam yang paling dinantikan umat Islam ketika bulan Ramadan adalah Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ulama sekaligus mufasir Indonesia, Prof Quraish Shihab, menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki beberapa makna yang dapat dipahami dari kata “qadar” itu sendiri.
Menurut dia, terdapat setidaknya tiga arti dari istilah tersebut.
Makna pertama adalah mulia, sehingga Lailatul Qadar dapat dipahami sebagai malam yang mulia.
Makna kedua adalah ketentuan, yaitu malam ketika Allah menentukan perjalanan hidup seseorang ke depan.
Sementara makna ketiga adalah sempit. Quraish Shihab menjelaskan bahwa malam tersebut disebut sempit karena banyak malaikat yang turun ke bumi secara silih berganti sehingga bumi seakan menjadi penuh dengan kehadiran mereka.
Prof Quraish menjelaskan, Al-Qur’an menyebut malam tersebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, menurutnya, memahami hakikat Lailatul Qadar secara utuh bukanlah perkara mudah.
“Lailatul Qadar ini sebenarnya kalau kita akan bahas tidak mudah, bahkan hampir dikatakan sangat sulit bahkan mustahil mengetahui betapa kehebatannya,” ujarnya seperti disimak dari youtube Najwa Shihab dalam program Shihab dan Shihab edisi Khusus Ramadan, Selasa (10/3/2026).
Karena itu, manusia hanya dapat memahami keutamaan malam tersebut melalui penjelasan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan melalui Al-Qur’an dan sunnah.
Salah satu tanda yang disebutkan adalah turunnya malaikat secara bergantian ke bumi pada malam tersebut.


















