Amalan yang Dianjurkan Rasulullah di Bulan Sya’ban
Abdul Rahman Ahdori
Bulan Rajab sudah berada di ujung dan segera tergantikan oleh Sya’ban. Baik bulan Rajab maupun Sya’ban, keduanya termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Ada banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban termasuk anjuran-anjuran Rasulullah SAW untuk mengisinya dengan berbagai amaliah positif.
Di bulan Sya’ban terjadi peristiwa tak terlupakan yaitu pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi. Keterangan ini sebagaimana al-Quran surat Al-Baqarah ayat 144. Lalu surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat. Peristiwa lainnya yaitu diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT.
Dilansir dari NU Online pada Rabu (29/1/2025), Al-Imam ‘Abdurraḥmān as-Shafury dalam literatur kitab momumentalnya Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is mengatakan bahwa kata Sya’bān (شَعْبَانَ) merupakan singkatan dari huruf shīn yang berarti kemuliaan (الشَّرَفُ). Huruf ‘ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi yang terhormat (العُلُوُّ). Huruf ba’ yang berarti kebaikan (البِرُّ). Huruf alif yang berarti kasih sayang (الأُلْفَة). Huruf nun yang berarti cahaya (النُّوْرُ).
Sedangkan ditinjau dari segi amaliah, termaktub beberapa hal yang lazim dilaksanakan bulan Sya’ban terkhusus pada malam Nisfu Sya’bān nanti. Amalan itu yakni membaca surat Yasin sebanyak 3 kali, dilanjutkan dengan berdoa.
Rasulullah SAW menyatakan dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam ‘Asakir, dan Al-Baihaqy berikut:
خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيْهِنَّ الدَّعْوَةُ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةُ الجُمْعَةِ وَلَيْلَتَيِ العِيْدَيْنِ


















