Sentuhan Ramadhan: Jangan Sampai Pikiranmu Menyakitimu!
Kiki Yuli Rosita
PIKIRAN yang terlalu banyak menilai hal yang negatif seringkali menjdi sebuah bumerang untuk diri kita sendiri. Pikiran negatif adalah pikiran apapun yang terkait dengan kondisi emosi kita yang destruktif atau tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kemarahan, kecemasan depresi dan pesimis.
Memiliki pikiran negatif dapat menyakiti diri sendiri, seperti halnya tubuh kita akan merasa cemas, sedih, dan sampai berujung depresi. Hal tersebut bahkan bisa sampai menghilagkan rasa kebahagiaan yang tertanam dalam diri kita.
Seseorang yang selalu memiliki pikiran negatif akan rentan terkna penyakit yang serius seperti penyakit jantung. Dalam sebuah hadits dijelaskan untuk selalu menghindari prasangka buruk dan juga rasa untuk menyakiti diri sendiri:
“Allah berfirman sebagai berikut: ‘Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.’” (H.R. Tabrani dan Ibnu Hibban).
“Wahai para hamba ku, sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim dan aku jadikan ia diharamkan diantara kamu, maka jangan lah kalian saling berbuat zhalim,” (HR. Muslim).
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa perbuatan serta prasangka yang kita tanam di dalam tubuh kita akan mempengaruhi sebagaimana kehendak Allah SWT. Tentu Allah mengharamkan hambanya untuk bebuat zhalim dan juga berprasangka buruk.
Dalam perjalanan menuju kemenangan di bulan Ramadhan yang suci ini, kita perlu untuk membersihkan diri kita dari setip prasangka buruk. Sifat zhalim yang menyelimuti tubuh kita lambat laun akan menguasai diri kita untuk terus berbuat hal buruk. Kita perlu melepaskan hal tersebut dengan mulai mendekatkan diri kepada Allah dan terus beribadah kepadanya untuk mendapatkan ridha-Nya.
















