Suasana di dalam Masjid Abdullah bin Abbas di Taif, Rabu (10/6/2026). (Foto: MCH 2026)
TAIF, (ERAKINI) - Musim haji 1447 Hijriah telah usai. Namun denyut spiritual para tamu Allah belum sepenuhnya berhenti. Sebelum kembali ke tanah air masing-masing, banyak jemaah memanfaatkan waktu luang untuk menelusuri jejak sejarah Islam di berbagai wilayah Arab Saudi.
Salah satu destinasi yang banyak dikunjungi adalah Masjid Abdullah bin Abbas di Kota Taif. Masjid ini merupakan masjid bersejarah yang menyimpan kisah dakwah SAW sekaligus mengenang salah satu sahabat paling cerdas dalam Islam.
Meski berjarak cukup jauh dari Makkah, masjid ini tidak pernah sepi pengunjung. Setiap hari, ribuan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara datang untuk beribadah sekaligus menyaksikan langsung peninggalan sejarah Islam yang masih terjaga hingga kini.
Suasana di sekitar masjid pun terasa hidup dengan hadirnya para pedagang dari berbagai negara seperti Bangladesh dan Pakistan yang membuka lapak di kawasan tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (11/6/2026), Masjid Abdullah bin Abbas dibangun pada tahun 592 Hijriah dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Salah satu daya tarik utama bangunan ini adalah ratusan tiang yang berdiri kokoh di bagian dalam masjid.
Selain digunakan untuk salat lima waktu dan salat Id, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti seminar, kajian, dan perkuliahan agama yang diikuti masyarakat setempat.
Keistimewaan masjid ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya, tetapi juga pada sosok yang diabadikan namanya. Masjid ini berdiri di dekat makam Abdullah bin Abbas, sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad SAW yang wafat pada tahun 68 Hijriah.
Sosok yang dikenal sebagai ahli tafsir Al-Qur’an tersebut dikenang sebagai ulama besar yang memiliki kecerdasan luar biasa, hafalan Al-Qur’an yang kuat, serta kesetiaan yang tinggi kepada Rasulullah SAW.
Sementara itu, Kota Taif merupakan wilayah yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan Nabi. Ketika tekanan kaum Quraisy di Makkah semakin kuat, Rasulullah SAW berupaya mencari dukungan ke Taif dengan harapan masyarakat setempat bersedia menerima risalah Islam yang beliau bawa.
Namun harapan tersebut tidak berjalan sesuai keinginan. Penduduk Taif menolak dakwah Rasulullah SAW, bahkan mencemooh dan memperlakukan beliau dengan buruk. Peristiwa itu menjadi salah satu momen yang paling menyedihkan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Di tengah rencana kembali ke Makkah, Rasulullah SAW sempat beristirahat di lokasi yang kini berdiri Masjid Abdullah bin Abbas. Karena itulah, masjid ini bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan juga penanda sejarah yang mengingatkan umat Islam pada keteguhan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam.
Bagi banyak peziarah, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas menjadi kesempatan untuk mengenang salah satu fase paling berat dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW seperti yang telah diuraikan di atas.
Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Jawa Barat, Suleman, mengatakan dirinya sengaja membawa para jemaah berkunjung ke Taif untuk mengenang perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
"Ziarah ke Taif karena ini adalah merupakan kota harapan Rasulullah. Di mana Rasul mendapatkan intimidasi, embargo ekonomi di kala itu. Kemudian berharap mendapatkan pertolongan dari bangsa Taif, kaum Taif. Dan ternyata Allah belum memberikan izin," katanya kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu (10/6/2026).
Menurut Suleman, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas juga dimaksudkan untuk mengenalkan sosok sahabat Nabi yang dikenal memiliki keluasan ilmu agama.
"Dan kita sekarang ke Abdullah bin Abbas, karena ini adalah sepupu Rasul yang sudah mendapatkan doa dari Rasulullah. Semoga kita juga sama menjadi orang-orang yang memperdalam ilmu agama. Aamiin," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Haji Suleman itu mengungkapkan, sebelum mengunjungi Masjid Abdullah bin Abbas, rombongannya juga diajak singgah ke salah satu peternakan unta di Taif. Di lokasi tersebut, para jemaah berkesempatan merasakan pengalaman meminum susu unta segar yang diperah langsung dari hewan tersebut.
"Susu untanya diperah langsung diminum. Segar," katanya.