JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan suci Ramadan 1446 H. Bulan ke-9 dalam hitungan kalender hijriah tersebut termasuk bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah swt.
Sejumlah peristiwa penting terjadi di bulan Ramadan, termasuk turunnya ayat-ayat suci Al-Quran sebagai wahyu Allah swt. Sama seperti Nabi Muhammad saw yang mendapat banyak julukan, Ramadan sebagai bulan yang penuh rahmat tersebut juga memiliki nama-nama lain.
Dilansir dari NU Online, berikut nama-nama Ramadan yang disarikan dari kitab Ittihaf al-Anam bi Ahkam ash-Shiyam karya Dr. Zainuddin bin Muhammad bin Husain bin al-‘Aydarus al-Ba’alawy.
Pertama, bulan Al-Qur’an Bulan Ramadan dinamakan pula bulan Al-Qur’an (شهر القران), sebagaimana kita ketahui bahwa di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan.
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”
Malaikat Jibril AS pun mengajarkan Al-Qur’an pada Nabi Muhammad ﷺ pada bulan ini, sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas RA:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Rasulullah saw adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin." (HR. Bukhari)
Selain keistimewaan bulan Ramadan dari dua dalil di atas, para ulama pun menghatamkan al-Quran di bulan ini lebih banyak dari bulan-bulan lainnya.
Kedua, bulan puasa
Bulan Ramadan bisa disebut juga bulan puasa (شهر الصيام), ibadah inlah yang paling istimewa dalam bulan Ramadan, sehingga penyebutan bulan Ramadan dengan bulan puasa sudah mendarah daging. Ditambah keutamaan melaksanakan puasa pada bulan Ramadan, sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah RA:
Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang mendirikan Ramadan karena iman dan mengharap ganjaran, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari)
Ketiga, bulan Shalat Malam (Syahrul Qiyâm)
Sebagaimana telah disinggung bahwa Ramadan adalah bulan yang mana pahala dilipatgandakan. Oleh sebab itu banyak kaum Muslimin yang meramaikan malam-malam mereka dengan ibadah, salah satunya shalat tarawih.
Disebut Syahrul Qiyam karena ada hadits yang berisi keutamaan qiyam di bulan ini.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يرغب في قيام رمضان من غير أن يأمرهم بعزيمة ثم قال من قام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. متفق عليه
Dari Abi Hurairah RA. berkata: “Bahwasanya Rasulullah senantiasa mengimbau dalam shalat di malam Ramadan, imbauan yang tidak bersifat mewajibkan.
Kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa yang bangun mendirikan Ramadan dengan iman dan ikhlas maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
Keempat, bulan doa
Bulan Ramadan identic juga dengan bulan doa, bahkan salah satu waktu mustajabnya doa yaitu ketika menjelang buka puasa. Sebagaimana hadits Nabi, dari riwayat ‘Ubadah RA:
أتاكم رمضان شهر بركة ، فيه خير يغشيكم الله فيه، فتنزل الرحمة ، وتحط الخطايا، ويستجاب فيه الدعاء، فينظر الله إلى تنافسكم ، ويباهي بكم ملائكته، فأروا الله من أنفسكم خيرا، فإن الشقي من حرم فيه رحمة الله عز وجل
Telah datang pada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya ada kebaikan yang meliputi kalian, maka turunlah rahmat, berguguran segala kesalahan dan dosa, di dalamnya doa dikabulkan, maka Allah melihat semangat kalian, dan para malaikat sangat dengan kalian, maka perlihatkan di hadapan Allah yang terbaik dari jiwa-jiwa kalian, karena sesungguhnya celaka bagi siapa yang diharamkan di dalamnya rahmat Allah
Kelima, bulan rahmat
Allah banyak memberi rahmat dalam bulan ini, kita bisa merasakannya sendiri bagaimana melimpahnya kasih sayang Ia kepada mahluknya, berupa pengampunan dosa hamba-hambanya.
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Pada malam pertama bulan Ramadan setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta penyeru menyeru, “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadan.” (HR. At-Tirmidzi)