Kunci Dijauhkan Rasa Kecewa, Gantungkan Harapan Hanya pada Allah
Indah S. Amalia
JAKARTA (ERAKINI) - Ada sebuah kutipan bagus dari sahabat Nabi Muhammad, yakni Ali bin Abi Thalib yang bisa diambil pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. “Aku telah pernah mencicipi semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia," demikian Ali mengatakan hal itu pada suatu ketika.
Kalimat dari sahabat Ali ini sangat korelatif dengan kehidupan sehari-hari saat ini. Sebagaimana diketahui, manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial. Dengan dasar ini pastilah seseorang tidak bisa terhindar adanya gesekan yang menimbulkan beragam rasa dari bahagia, bangga bahkan rasa kecewa dalam mengarungi kehidupan sosial tersebut.
Lantas kenapa rasa kecewa itu bisa muncul ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain? Ini terjadi karena ada ekspektasi atau harapan agar orang lain juga melakukan hal yang sama bahkan lebih kepada kita.
Sebenarnya berharap pada janji-janji manusia tidak dilarang, tapi sebaiknya tidak sepenuhnya percaya. Ini penting karena manusia adalah makhluk yang memiliki berbagai keterbatasan. Maka, sandarkanlah harapan itu sejatinya hanya pada Allah, karena Allah adalah penguasa dan tempat bergantung yang tidak akan pernah mengecewakan.
Perintah agar bersandar kepada Allah ini sesuai dengan Firman Allah dalam Surat All-Insyiroh ayat 7-8:
فَاِذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡۙ # وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
Artinya : "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."
Jadi agar tidak mudah kecewa berharaplah hanya kepada Allah serta menurunkan ekspektasi yang tinggi kepada seseorang terutama pada kehidupan sosial. Hal tersebut akan membuat bahagia sebab bisa membebaskan dari kecemasan kegelisahan yang seringkali muncul.
















