Alasan Puasa Hanya untuk Orang yang Beriman
Abdul Rahman Ahdori
Kewajiban puasa telah ditegaskan Allah dalam surat al-Baqarah ayat 183. Namun, ayat itu hanya mewajibkan kepada orang-orang yang beriman. Berikut terjemah dari surat al-Baqarah ayat 183: "Hai orang- orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa”
Mengapa hanya orang yang beriman yang dipanggil Allah dalam surat tersebut? dalam Buku Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis seperti dikutip erakini dari arina.id Minggu (17/3/2024) menjelaskan, panggilan orang-orang yang beriman dalam perintah puasa Ramadhan menunjukkan 3 rahasia.
Pertama, bahwa yang diperintah berpuasa hanya orang yang beriman dan menjalankannya berdasarkan ketakwaan sehingga mendapat pahala dan ampunan dosa.
“Jika puasanya hanya karena ikut-ikutan teman sekitar atau karena tujuan mengurangi berat badan dan kesehatan tubuhnya maka yang didapat hanya lapar dan haus. Puasa orang yang beriman, selain menahan lapar haus dan nafsu seks juga puasa anggota tubuhnya dari maksiat dan puasa hatinya dari mengingat selain Allah Swt,” katanya.
Kedua, bukti kedekatan dan sentuhan Allah Swt terhadap hamba-Nya yang beriman dengan mewajibkan mereka berpuasa, agar meningkatkan derajatnya menuju pribadi yang bertakwa. Ibnu Mas’ud ra jelasnya, merumuskan sebuah kaidah dalam memahami ayat Al-Qur'an yang diawali dengan seruan "Hai orang-orang yang beriman", bahwa setelah seruan itu adalah sebuah kebaikan yang Allah Swt perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah Swt larang.
“Kedua perintah dan larangan itu diperuntukkan untuk kebaikan orang-orang yang beriman. Karenanya, memang hanya orang yang beriman yang mampu berpuasa dengan baik dan benar,” tegasnya.


















