Siti Hawa hingga Istri Firaun Temani Siti Aminah Melahirkan Rasulullah?
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Semua ulama menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah 571 Masehi. Ada pula ulama yang menyebut bahwa Rasulullah lahir pada 22 April 575 M.
Para ulama dalam berbagai karyanya menuliskan bahwa suasana detik-detik kelahiran Rasulullah SAW sangat istimewa dan memiliki kesan khusus bagi seluruh umat Manusia, terutama mereka yang berada di Makkah.
Langit dan bumi kala itu disebut menyambut dengan berbagai peristiwa ajaib: pintu surga terbuka, pintu neraka tertutup, malaikat turun memenuhi Makkah, hingga bulan dan bintang bersinar terang.
Namun ada satu kisah lain yang tak kalah menarik, yakni siapa yang menemani Aminah saat melahirkan. Pada malam itu, Abdul Muthalib sedang bermunajat di Ka’bah, sementara Aminah sendirian di rumah. Siti Aminah menangis karena tak seorang pun mendampinginya.
Merujuk kitab An-Ni’matul Kubra ‘Alal ‘Alam karya Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Haitami Asy-Syafi’i yang dilansir dari NU Online pada Senin (1/9/2025), tiba-tiba empat perempuan muncul di dalam rumah Aminah. Wajah mereka bersinar, anggun, dan memancarkan harum semerbak.
Perempuan pertama mendekat sambil berkata: “Sungguh berbahagia lah engkau wahai Aminah!” Saat ditanya, ia menjawab, “Aku Hawa, istri Nabi Adam as. Aku diperintahkan Allah untuk menemanimu.” Ia duduk di sisi kanan Aminah.
Perempuan kedua memperkenalkan diri sebagai Sarah, istri Nabi Ibrahim as., lalu duduk di sisi kiri. Perempuan ketiga, Asiyah binti Muzahim—istri Firaun yang beriman-duduk di belakang Aminah.
Terakhir, seorang perempuan yang lebih anggun maju ke depan Aminah. Ia menenangkan Aminah agar tidak lagi menangis. “Sesungguhnya aku adalah Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa as.,” ujarnya.

















