Sibuk Bekerja Tapi Pengen Khatam Al-Qur’an? Ikuti Tips Ini
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Selain diwajibkan untuk berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk banyak membaca al-Qur’an selama bulan Ramadan. Karena itu, para ulama menamakan bulan Ramadan sebagai syahrul qur’an atau bulannya al-Qur’an.
Hal ini juga ditegaskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 185, sebagai berikut:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”.
Kemudian hadist nabi, sebagai berikut:
عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Artinya: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469)
Khatam al-Qur'an di bulan Ramadan memang menjadi dambaan umat Islam dalam mengisi amaliah-amaliah yang disunnahkan. Namun, terkadang rencana itu tidak pernah terwujud karena sibuk dengan urusan pekerjaan.

















