Search

Prof Ishom Sebut Ilmu Paling Utama Adalah yang Mendekatkan Manusia kepada Tuhan

JAKARTA, (ERAKINI) - Sebagai makhluk yang dianugerahi akal, manusia pada hakikatnya dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan sebagai bekal menjalani kehidupan, baik di dunia maupun sebagai persiapan menuju kehidupan akhirat. 

Ilmu tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memahami realitas, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenal tujuan hidup dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun dalam kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru menyimpang dari esensi tersebut. 

Ironisnya, ada individu yang mengaku berilmu tinggi, tetapi sikap dan pemikirannya malah bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, bahkan menafikan keberadaan Allah SWT sebagai sumber dari segala ilmu.

Dalam konteks ini, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menyampaikan pandangan yang menarik. Prof Ishom mengatakan, dalam beberapa kondisi, ilmu dapat mengangkat derajat manusia, namun di sisi lain juga bisa menjerumuskan seseorang pada sikap sombong dan menjauh dari Tuhan.

“Ada kalanya ilmu itu mengangkat derajat manusia, tetapi ada kalanya ilmu membuat seseorang makin congkak, takabur, hingga jauh dari Tuhan,” ujar Prof Ishom seperti dikutip dari potongan dakwah di akun facebooknya, Selasa (17/3/2026).

Ulama asal Jakarta Barat ini lalu mengutip pemikiran ulama besar Imam Al-Ghazali yang mengingatkan bahwa ilmu yang paling utama adalah ilmu yang mampu mendekatkan manusia kepada Allah SWT.

“Ilmu yang utama adalah ilmu yang mampu mendekatkan manusia dengan Sang Rabb, bukan sebaliknya, ilmu yang justru menjauhkan seorang hamba dari Sang Maha Pencipta,” jelasnya.