Ini 4 Waktu Itikaf yang Dicontohkan oleh Rasullullah SAW
Riduwan
ITIKAF merupakan salah satu ibadah yang telah ada sebelum Islam datang dan telah diamalkan oleh nabi terdahulu. Seperti Itikaf yang dilakukan Nabi Ibrahim, tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 125.
وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Artinya, “Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang rukuk, dan yang sujud.’"
Dalam Islam, ibadah Itikaf sangat identik dilakukan di bulan Ramadhan. Pasalnya, terdapat banyak dalil yang dapat dijadikan landasan. Ditambah lagi, di bulan Ramadhan merupakan bulan di mana ganjaran dan keberkahan di obral oleh Allah SWT.
Dalam pelaksanaan Itikaf yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW, ada 4 waktu, yaitu:
1. Itikaf Setiap Waktu
Hal ini dinukil dari Kitab Fathul Muin, dijelaskan oleh Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari bahwa.
يسن اعتكاف كل وقت، وهو لبث فوق قدر طمأنينة الصلاة
Artinya, “Disunahkan i’tikaf setiap waktu. Yakni dengan berdiam lebih dari waktu tuma’ninahnya sholat.”

















