Amalan yang Dikerjakan saat Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam dianjurkan melaksanakan i’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. I’tikaf merupakan kegiatan berdiam diri di masjid atau Musala dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt. Tak hanya itu, i’tikaf juga dilaksanakan dalam rangka meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Awalnya, i’tikaf dilakukan oleh Nabi Muhammad saw ketika Ramadan memasuki hari-hari akhir tepatnya di 10 malam terakhir. Rasulullah juga sering mengajak keluarganya untuk beribadah kepada Allah swt di momen tersebut. Hal ini sebagaimana hadits sebagai berikut:
لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم إذا بقي من رمضان عشرة أيام يدع أحدا من أهله يطيق القيام إلا أقامه
Artinya: Nabi Muhammad saw, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan shalat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan shalat (HR At-Tirmdizi).
Lalu apa saja yang dikerjakan oleh umat Islam saat beri'tikaf?
Sebagaimana diuraikan di atas, bahwa tujuan I’tikaf yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt. Pelaksanaannya dilakukan dengan berdzikir, bertasbih, membaca Al-Quran, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, memutus segala hal yang dapat melupakan akhirat, dan sebagainya.















