JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di seluruh dunia akan menyambut Idulfitri 1447 H yang bertepatan dengan tahun 2026 M. Hari raya ini menjadi momen kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Idulfitri tidak boleh diisi dengan euforia, tetapi harus dilakukan dengan memperbanyak amalan yang bernilai ibadah, terutama sejak malam hari raya. Berikut 7 amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat hari raya Idulfitri:
1. Menghidupkan Takbir sejak Malam Idulfitri
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sejak malam terakhir Ramadhan hingga pagi 1 Syawal. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:
: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا الله
Artinya, “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185)
Adapun bacaan takbir yang utama sebagaimana diriwayatkan Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj adalah:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
2. Menggunakan Pakaian Terbaik dan Berhias
Pada hari raya, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, serta menjaga kebersihan diri seperti memotong kuku dan merapikan rambut. Disunnahkan pula mandi sebelum salat Id dengan niat:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat mandi Idulfitri, sunnah karena Allah.”
3. Sarapan sebelum Salat Idulfitri
Sebelum berangkat salat Id, umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Dalam hadits riwayat Ahmad dan Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW makan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil sebelum berangkat salat. Hal ini menegaskan bahwa pada hari Idulfitri tidak diperbolehkan berpuasa.
4. Menunaikan Salat Idulfitri
Salat Idulfitri sangat dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah sebagai bentuk rasa syukur. Rasulullah SAW bahkan mencontohkan mengambil rute jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.
Dalam riwayat dari Sayyidina Ali disebutkan:
مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا
Artinya: “Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan kaki.” (HR. Al-Tirmidzi)
5. Mendatangi Tempat Keramaian
Pada hari raya, Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk mengunjungi tempat keramaian. Dalam hadis riwayat Ahmad, Bukhari, dan Muslim, diceritakan bahwa beliau pernah menyaksikan pertunjukan bersama Aisyah, yang menunjukkan bahwa hiburan yang positif diperbolehkan pada hari raya.
6. Bersilaturahmi ke Rumah Sanak Saudara
Tradisi berkunjung ke keluarga dan sahabat saat Idulfitri telah dicontohkan sejak zaman Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Malik dan Ahmad, Allah SWT berfirman:
“Cinta-Ku berhak didapatkan oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku, dan saling membantu karena-Ku.”
7. Memberikan Ucapan Selamat
Memberikan ucapan selamat juga menjadi salah satu amalan sunnah pada hari raya. Ucapan seperti “Selamat Hari Raya Idulfitri”, “Mohon maaf lahir dan batin”, “Minal ‘Aidin wal Faizin”, hingga “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi bentuk ungkapan syukur dan kebahagiaan.
Dengan mengamalkan berbagai sunnah tersebut, diharapkan momen Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sarana meningkatkan keimanan dan mempererat tali persaudaraan.