Kemenag Sebut Puasa sebagai Sarana Evaluasi Diri dan Keseimbangan Mental
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kepala Bagian Umum Perpustakaan dan Barang Milik Negara (BMN) pada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Rizky Riyadu Taufiq, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa sebagaimana yang telah diperintahkan dalam Al-Qur’an.
Menurutnya, ayat dalam Surat Al-Baqarah yang menjelaskan kewajiban puasa bagi umat Islam menegaskan bahwa ibadah ini juga telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya agar mereka menjadi orang yang bertakwa. Hal ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan yang utama dalam berbagai agama.
“Ibadah puasa menempati posisi penting karena memberikan dua manfaat utama, baik bagi individu maupun komunitas,” ujar Rizky dilihat dari tayangan youtube erakini, Jumat (14/3/2025).
Manfaat pertama adalah sebagai sarana evaluasi diri. Puasa mengajarkan seseorang untuk berhenti sejenak dan merenungkan segala hal yang telah dilakukan sepanjang tahun. Dalam satu bulan Ramadan, umat Islam diberikan kesempatan untuk merefleksikan perbuatan mereka selama 12 bulan sebelumnya, sehingga dapat melakukan perbaikan diri ke arah yang lebih baik.
















