Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala di Akhir Bulan Safar
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Rebo Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Safar kembali diperingati umat Islam pada 30 Safar 1446 Hijriah atau bertepatan dengan 20 Agustus 2025. Tradisi ini hidup dalam keyakinan sebagian masyarakat bahwa bulan Safar adalah bulan yang penuh dengan bala atau kesialan.
Untuk menangkal hal itu, umat Islam dianjurkan mengamalkan doa-doa khusus dan melaksanakan shalat tolak bala. Biasanya, ibadah dua rakaat tersebut dilakukan pada pagi hari.
Pandangan tentang Safar sebagai bulan sial tercatat dalam sejumlah kitab klasik. Salah satunya Al-Risalah Al-Badi'ah karya KH M. Djamaluddin Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Dalam kitab tersebut, yang tertera pada halaman 83, disebutkan bahwa keyakinan Rebo Wekasan didasarkan pada kesaksian ahli makrifat, ahli mukasyafah (orang yang sirrinya dibukakan Allah untuk mengetahui hal gaib), dan ahli tamkin (orang yang mapan dalam derajat hakikat dan makrifat).
Mereka meyakini bahwa setiap tahun Allah menurunkan 320.000 bencana. Semuanya diturunkan pada Rabu terakhir bulan Safar.
Keterangan serupa juga muncul dalam kitab Kanzun Najah was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur karya Abdul Hamid Quds. Karena itu, umat Islam memandang hari tersebut sebagai waktu paling berat dalam setahun.
Amalan Salat Rebo Wekasan

















