Doa Biar Hati Tetap Tenang di Tengah Mumetnya Pikiran
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Tekanan kerja yang tinggi, tuntutan hidup, hingga persoalan pribadi membuat fenomena stres di kalangan pekerja terus meningkat. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mengganggu stabilitas mental. Stres muncul ketika beban pekerjaan dirasa melebihi kemampuan atau sumber daya yang dimiliki seseorang.
Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat berakibat fatal dan mencerminkan lemahnya pengendalian diri. Bahkan, sebagian ulama menilai bahwa stres dapat muncul akibat hati yang tidak bersih.
Di tengah kondisi tersebut, ajaran Islam memberikan panduan agar hati tetap tenang. Salah satunya melalui doa yang disampaikan Nabi Ibrahim dalam Al-Quran. Allah berfirman:
وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لا يَنْفَعُ مالٌ وَلا بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya, “Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS As-Syu’ara: 87-89).
Ayat tersebut menegaskan bahwa keselamatan di akhirat hanya diraih oleh mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih, bersih dari kesyirikan, sifat tercela, dan penyakit hati. Lebih dari itu, hati yang bersih juga menjadi pintu ketenangan hidup di dunia.
Banyak orang hidup berkecukupan, bahkan bergelimang harta, namun tetap merasa sempit dan tidak lapang. Karena itu, para ulama menguraikan kunci meraih ketenangan dan kelapangan hati berdasarkan dalil-dalil agama, antara lain:
1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Ketaatan menjadi ciri orang beriman dan bertakwa. Mereka yang bertakwa mendapatkan cinta Allah, dimudahkan urusannya, dan diberikan jalan keluar dari setiap masalah. Allah menjanjikan kelapangan rezeki dan ketenangan hati bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Allah berfirman:


















