Sedekah di Pagi Hari: Dilindungi dari Marabahaya dan Pembuka Rezeki Berlimpah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Sedekah adalah salah satu ajaran Rasulullah yang memiliki banyak keutamaan. Di antara konsep sedekah yaitu saling berbagi satu sama lain, sehingga umat di dunia tidak ada yang kekurangan atas kebutuhan dasarnya.
Sedekah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tidak hanya dengan bentuk yang besar. Sedekah bisa dimulai dari hal terkecil, walau sebuih pahalanya tetap dihitung.
Dalam ajaran Islam sendiri, sedekah kepada sesama dipandang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus meningkatkan keimanan. Waktu subuh disebut-sebut sebagai salah satu waktu yang penuh keberkahan sehingga umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal kebaikan, termasuk bersedekah.
Di tengah masyarakat Muslim, berkembang keyakinan bahwa sedekah subuh dapat melapangkan rezeki, menjauhkan dari kesulitan, serta menguatkan rasa ikhlas. Keyakinan ini merujuk pada ajaran agama yang menyebut pahala sedekah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Dalam sejumlah riwayat, pahala sedekah disebut dapat berlipat hingga tujuh ratus kali. Selain itu, sedekah juga dipahami sebagai sarana melatih empati terhadap sesama.
Hadits Nabi juga menyebutkan keistimewaan waktu subuh bagi orang yang bersedekah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ النَّبِىَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya: Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua Malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; 'Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya,' sedangkan yang satunya lagi berkata; 'Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)'." (HR Bukhari dan Muslim)

















