Pakar ekonomi syariah Prof Muhammad Syafi'i Antonio (Foto: tangkapan layar youtube Helmi Yahya Bicara)
JAKARTA, (ERAKINI) - Pakar ekonomi syariah Prof Muhammad Syafi’i Antonio mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang gemar sedekah, berzakat dan berinfak. Menurut dia, Rasulullah SAW memiliki sifat dermawan dan senantiasa membantu orang-orang yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Syafi’i Antonio dalam , sebagaimana dilihat , Selasa (18/8/2026).
Syafi’i Antonio mengatakan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW dalam membantu orang lain diibaratkan seperti angin yang berhembus.
“Jadi beliau itu dalam satu hadis dikatakan, Rasulullah SAW yatasadaq karih al mursalah. Rasul itu berinfak. Membantu orang itu seperti angin yang berhembus. Ada orang yang miskin dikasih, orang yang tuna netra dikasih. Ada janda miskin dikasih. Orang tua renta dikasih. Ada yang susah keluarga dikasih. Semua dikasih,” kata Syafi’i Antonio.
Menurut dia, sifat dermawan Rasulullah SAW bahkan membuat persediaan makanan di rumahnya tidak tersisa untuk kebutuhan hari berikutnya.
“Sampai-sampai yang Aisyah berkata, ya Rasulullah tidak ada lagi yang tersisa di rumah kecuali makanan hari ini. Karena Rasulullah SAW itu memberi. Walaupun beliau sangat kaya,” ujarnya.
Syafi’i Antonio menilai terdapat kesalahpahaman ketika sosok Rasulullah SAW hanya digambarkan sebagai orang yang miskin dan kekurangan. Menurut dia, kondisi Rasulullah SAW yang pernah mengalami kelaparan tidak dapat dilepaskan dari kebiasaannya memberikan harta yang dimiliki kepada umat.
“Nah makanya ada kesalahpahaman ini adalah ketika memotret Rasul, di akhir masa hidupnya. Ketika masa hidupnya, mohon maaf, seperti Helmi Yahya yang punya duit banyak, ratusan miliar. Sedekah sehari semiliar. Akan ada suatu hari, Helmi Yahya duitnya terbatas. Sekaya-kaya kita kan kalau akan habis juga. Itulah Muhammad SAW Rasulullah SAW itu. Yang beliau miliki itu disedekahin untuk umat,” lanjutnya.
Dia pun menyebut sejumlah hadis yang menceritakan kemurahan hati Rasulullah SAW, termasuk ketika beliau memberikan kambing dalam jumlah sangat besar kepada suatu kaum.
“Dalam beberapa hadis itu, Rasulullah pernah menyedekahkan kambing satu bukit. Diberikan ke satu kaum dalam rangka untuk dakwah, dalam rangka untuk perbaikan ekonomi mereka. Supaya mereka bisa jadi peternak. Disedekahin satu bukit. Kita kan gak mampu,” tuturnya.
Karena itu, Syafi’i Antonio menilai gambaran Rasulullah SAW sebagai sosok yang miskin perlu dilihat secara utuh. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan salah satu konsekuensi dari besarnya harta yang diberikan Rasulullah SAW kepada umat.
“Nah itulah, jadi beliau itu kaya. Beliau itu banyak bersedekah. Makanya ketika dipotret Rasulullah SAW ini miskin, kemudian lapar, kemudian naruh tiga batu di perutnya,” katanya.
“Itu kan cerita-cerita gitu kan? Segitunya gitu ya? Oke segitunya. Nah itu salah motret itu. Itu akibat terlalu banyak memberi,” lanjutnya.
Syafi’i Antonio kemudian memberikan ilustrasi mengenai seseorang yang memiliki kekayaan sangat besar tetapi terus menggunakannya untuk membantu masyarakat.
“Jadi kalau seorang, Elon Musk sekali puji kalau dia zakatnya sehari satu triliun, akan ada satu hari dia tidak ada punya duit lagi. Satu triliun, satu triliun, satu triliun. Lihat jalan rusak? Satu triliun,” ujarnya.