Wilhelm Ott dan istri (Foto: Instagram Wilhelm Ott)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kisah mualaf Wilhelm Ott adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat menemukan hidayah dalam keadaan terburuk sekalipun. Perjalanan spiritualnya menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, asalkan ada niat yang tulus untuk mencari kebenaran.
Wilhelm Ott dikenal sebagai petarung MMA (seni tarung bebas) asal Austria yang memiliki kisah menarik dan inspiratif terkait perjalanan spiritualnya. Perjalanan hidupnya yang penuh liku ini membawa dia untuk memeluk agama Islam, sebuah keputusan yang diambil setelah mengalami berbagai tantangan dalam hidupnya.
Wilhelm Ott lahir pada tahun 1982 dan dikenal dalam dunia seni bela diri campuran dengan julukan "The Amazing." Ott telah berkompetisi di berbagai ajang MMA dan berhasil menempati peringkat 5 dari 242 petarung dalam kategori EU Western Pro Welterweights. Meskipun kariernya di ring MMA cukup sukses, kehidupan pribadinya dipenuhi jalan terjal yang akhirnya membawanya ke jalur spiritual.
Putuskan Masuk Islam
Kisah mualaf Wilhelm Ott dimulai pada tahun 2016 saat ia berada di penjara. Di balik jeruji besi, ia mulai merenungkan hidupnya dan mencari makna yang lebih dalam. Dalam masa-masa sulit tersebut, ia menemukan ketenangan dalam ajaran Islam. Proses ini tidaklah mudah; ia mengalami frustrasi dan bahkan menyakiti dirinya sendiri sebelum akhirnya menemukan hidayah
Ott belajar tentang Islam secara otodidak, termasuk mempelajari cara melakukan salat. Ia merasa bahwa agama ini memberikan jawaban atas banyak pertanyaan yang selama ini mengganggunya. Keputusan untuk menjadi mualaf merupakan titik balik dalam hidupnya, yang membawanya kepada pemahaman baru tentang diri dan tujuan hidup.
Sebelum menjadi mualaf, Wilhelm Ott mengalami periode frustrasi yang mendalam. Dua minggu sebelum ia mengucapkan syahadat, ia merasa sangat tertekan hingga melukai diri sendiri setiap hari. Dalam pengakuannya, ia bahkan harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan akibat cedera yang dialaminya saat itu
Frustrasi yang dialami Ott sebagian besar disebabkan oleh kondisi politik di Austria yang dianggapnya tidak mendukung minoritas Muslim. Ia merasakan adanya diskriminasi terhadap kaum Muslim di negaranya, yang membuatnya sulit untuk memeluk Islam meskipun ia sudah mengenal ajaran tersebut selama bertahun-tahun. Krisis akibat pandemi Covid-19 memberikan waktu bagi Ott untuk merenung dan mencari makna dalam hidupnya, yang akhirnya membawanya kepada keputusan untuk memeluk Islam
Kehidupan Setelah Memeluk Islam
Setelah memeluk Islam, Wilhelm Ott tidak hanya mengubah keyakinannya tetapi juga cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia menikah ulang secara Islami setelah resmi menjadi mualaf pada April 2020. Pernikahan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan menjadi simbol komitmennya terhadap ajaran Islam8
Ott juga menjalin hubungan dekat dengan beberapa tokoh agama di Indonesia, termasuk Ustad Derry Sulaiman, yang menjadi sahabatnya. Hubungan ini memperkuat ikatan spiritualnya dan memperluas pemahaman tentang budaya serta nilai-nilai Islam
Tinggalkan Arena MMA
Sebelum menjadi mualaf Wilhelm Ott dikenal sebagai petarung MMA. Namun setelah mengucapkan kalimat syahadat, Wilhelm Ott memutuskan untuk meninggalkan dunia MMA karena beberapa alasan yang berkaitan dengan perubahan hidupnya setelah memeluk Islam.
Pertama, setelah mengalami frustrasi yang mendalam dan melukai diri sendiri, ia menemukan ketenangan dan kekuatan dalam ajaran Islam. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa krisis akibat pandemi COVID-19 memberinya waktu untuk merenung dan menemukan iman yang selama ini ada dalam pikirannya.
Kedua, setelah memeluk Islam, Ott berkomitmen untuk menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama, termasuk dalam aspek kehidupan pribadi dan profesionalnya. Ia merasa bahwa nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam sangat berbeda dengan dunia pertarungan yang keras dan penuh tekanan
Ketiga, keputusan untuk meninggalkan MMA juga berkaitan dengan keinginannya untuk fokus pada kehidupan keluarga dan menjalani pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam. Ia menikah ulang secara Islami setelah menjadi mualaf, yang menunjukkan bahwa ia ingin menempatkan prioritas baru dalam hidupnya
Secara keseluruhan, keputusan Ott untuk meninggalkan MMA merupakan bagian dari transformasi spiritual dan pencarian makna hidup yang lebih dalam setelah ia memeluk Islam.
Setelah menjadi mualaf, Wilhelm Ott juga meninggalkan beberapa kebiasaan buruk yang sebelumnya mengganggu hidupnya. Salah satu kebiasaan paling signifikan yang ia tinggalkan adalah perilaku menyiksa diri. Sebelum mengucapkan syahadat, Ott mengalami frustrasi yang mendalam dan melukai diri sendiri setiap hari, bahkan sampai harus mendapatkan perawatan medis untuk luka-lukanya.
Selain itu, Ott juga mengubah pandangannya terhadap kehidupan dan perilakunya secara keseluruhan. Ia mulai menjalani praktik ibadah dalam Islam, seperti salat berjamaah di masjid, puasaRamadan, dan bersedekah. Hal ini menunjukkan bahwa ia berusaha untuk menggantikan kebiasaan buruk dengan aktivitas yang lebih positif dan sesuai dengan ajaran agama
Dengan meninggalkan kebiasaan menyiksa diri dan berfokus pada praktik keagamaan, Wilhelm Ott berhasil menemukan ketenangan dan makna baru dalam hidupnya setelah memeluk Islam.
Dari sekian perubahan dirinya setelah menjadi mualaf, ada satu hal yang tidak berubah pada diri Ott. Apa itu? Ott memutuskan untuk tidak menghapus tato setelah menjadi mualaf karena beberapa alasan yang mendalam.
Pertama, ia percaya bahwa di hadapan Allah, ia telah "dilahirkan kembali" ketika memeluk Islam, dan bahwa Allah lebih melihat isi hati seseorang daripada penampilan fisik. Dalam pandangannya, menghilangkan tato akan merusak tubuhnya lagi, yang ia anggap sebagai tindakan yang tidak perlu setelah mengalami transformasi spiritual
Kedua, Ott juga mengakui bahwa proses penghapusan tato menggunakan teknologi laser memerlukan biaya yang cukup tinggi, dan saat itu ia tidak memiliki dana untuk melakukannya. Ia berharap agar suatu saat bisa menemukan cara untuk menghapus tato tersebut, tetapi hingga saat itu tiba, ia meminta agar orang lain menerima dirinya apa adanya
Dengan alasan-alasan tersebut, Wilhelm Ott memilih untuk mempertahankan tato yang ada sebagai bagian dari perjalanan hidupnya dan fokus pada praktik keagamaan serta pengembangan spiritual setelah menjadi mualaf.