Skema Murur di Muzdalifah Banjir Peminat
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Mabit di Muzdalifah dengan skema melintas (murur) banjir peminat dari jemaah haji Indonesia.
“Sampai sekarang sudah ada 32.554 atau sekitar 60 persen yang mendaftar,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Subhan Cholid kepada jurnalis erakini Fajar WH yang menjadi petugas haji, Minggu (9/6/2024).
Mabit (bermalam) dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Saat di Muzdalifah, jemaah tetap di bus lalu mereka akan dibawa menuju tenda di Mina.
Subhan menambahkan, skema murur diprioritaskan bagi jemaah yang telah memenuhi empat kriteria, yakni mengalami risiko tinggi secara medis; lansia; disabilitas; dan para pendamping jemaah (risti, lansia, dan disabilitas). Namun, lanjut dia, bagi jemaah di luar empat kriteria tersebut tetap bisa mendaftar selama kuota masih tersedia.
“Pendaftaran berakhir sebelum wukuf di Arafah,” ujar Subhan.
Skema murur itu ditetapkan setelah pemerintah melakukan evaluasi atas pelaksanaan ibadah haji tahun lalu. Di mana pada tahun lalu itu ada keterlambatan pengangkutan jemaah. Selain itu, ruang di Muzdzalifah sangat terbatas. Skema murur diterapkan sebagai ikhtiar menjaga keselamatan jiwa jemaah haji atas potensi kepadatan di tengah terbatasnya area Muzdalifah.
















