Kru Artemis II milik NASA dengan wahana Orion telah kembali ke Bumi. Mereka berhasil menyelesaikan pendaratan di laut (splashdown) dengan bantuan parasut di Samudra Pasifik. Foto: NASA
JAKARTA, (ERAKINI) – Para astronaut kru misi Artemis II telah kembali dengan selamat ke Bumi setelah menjalani perjalanan selama sembilan hari ke Bulan. Mereka masuk kembali ke atmosfer dan pendaratan di Samudra Pasifik.
Kapsul yang membawa kru mendarat di Samudra Pasifik. Usai splashdown, para langsung dievakuasi ke kapal Angkatan Laut AS USS John P Murtha untuk menjalani pemeriksaan medis pasca, misi sebelum kembali ke darat.
Komandan misi, Reid Wiseman, memastikan seluruh anggota tim dalam kondisi sehat. Petugas medis juga mengonfirmasi keempat astronaut dalam kondisi sangat baik sebelum mereka diterbangkan ke kapal Angkatan Laut AS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Dilansir laman resmi NASA, keempat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency, berhasil dievakuasi dari kapsul Orion menggunakan helikopter militer AS.
Tim gabungan NASA dan militer sebelumnya mendekati kapsul dengan perahu karet, sebelum proses pengangkatan dilakukan sekitar satu jam setelah pendaratan.
Setibanya di USS John P Murtha, para astronaut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum diterbangkan kembali ke Houston.
Sebab, setelah berada dalam kondisi tanpa gravitasi, sistem keseimbangan tubuh astronaut membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan gravitasi Bumi. Kondisi ini kerap menyebabkan rasa pusing dan tidak stabil saat berjalan.
Astronaut asal Inggris, Helen Sharman, yang pernah mengalami hal serupa, mengatakan dibutuhkan sekitar 20 hingga 30 langkah sebelum ia bisa berjalan lurus.
“Tubuh harus belajar kembali menjaga keseimbangan. Bahkan mengangkat jari pun terasa berat,” jelasnya.
Tahap Kritis Masuk Atmosfer
Sebelum mendarat, Orion memasuki atmosfer Bumi dari ketinggian sekitar 400.000 kaki dengan kecepatan mencapai 35 kali kecepatan suara.
Dalam fase ini, kapsul mengalami pemadaman komunikasi selama sekitar enam menit akibat panas ekstrem yang membentuk plasma di sekeliling wahana.
Modul kru dan modul layanan juga telah terpisah, dengan modul layanan terbakar di atmosfer, sementara modul kru melanjutkan perjalanan hingga mendarat dengan bantuan parasut di Samudra Pasifik.
Menuju Analisis Pasca-Misi
Setelah seluruh proses pemulihan selesai, para astronaut akan diterbangkan ke Johnson Space Center di Houston untuk menjalani evaluasi lebih lanjut.
Data yang dikumpulkan selama misi akan dianalisis secara mendalam guna mendukung pengembangan misi eksplorasi manusia berikutnya ke Bulan dan Mars. Keberhasilan Artemis II menjadi langkah penting dalam membuka kembali era eksplorasi luar angkasa berawak oleh NASA.
Pecahkan Rekor Jarak Terjauh
Misi Artemis II mencatatkan pencapaian penting dengan berhasil melakukan lintasan dekat Bulan. Pada 6 April, wahana mencapai jarak maksimum 406.771 kilometer dari Bumi—menjadikannya perjalanan manusia terjauh dalam sejarah luar angkasa.
Kru juga sukses memasuki kembali atmosfer Bumi setelah melewati fase pemadaman komunikasi selama enam menit, yang menjadi bagian krusial sekaligus menegangkan dalam misi.
Pejabat NASA, Amit Kshatriya, menyebut misi ini melampaui ekspektasi dan menjadi “hadiah bagi dunia”.
“Ini menunjukkan apa yang bisa dicapai ketika kita bekerja bersama. Tidak peduli seberapa sulit tantangannya, kita bisa mengatasinya,” tandasnya.