Dari kiri- kanan: Abdullah Hussein Hammoud, Sumbul Siddiqui, Amer Ghalib, Mohammed Hameeduddin, dan Charles Bilal. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York menjadi sorotan dunia. Mantan rapper itu pun menjadi pertama di kota tersebut sekaligus termuda dalam lebih dari satu abad sejarah Kota New York.
Politikus muda berusia 34 tahun sebelumnya kurang dikenal di luar lingkup politik lokal New York, sebelum akhirnya berhasil mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dalam pemilihan wali kota kota terbesar di Amerika Serikat tersebut.
Pemilik nama lengkap Zohran Kwame Mamdani ini adalah politikus sosialis demokrat, putra akademisi Uganda Mahmood Mamdani dan sutradara India Mira Nair. Lahir di Kampala dan pindah ke New York usia tujuh tahun, ia menempuh pendidikan Studi Afrika di Bowdoin College, Maine. Awal tahun ini Mamdani menikahi seniman asal Suriah, Rama Duwaji.
Sebelum berkarier politik, ia bekerja sebagai konselor perumahan untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah menghadapi ancaman penggusuran. Terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York dari distrik Astoria, Queens pada 2020, ia terus menapaki panggung politik yang lebih besar.
Zohran Mamdani pun menambah daftar panjang tokoh Muslim yang terpilih menjadi kepala daerah di Amerika Serikat. Kehadiran pemimpin Muslim di berbagai kota Amerika Serikat, ternyata bukan kali pertama ini.
Dalam dua dekade terakhir, sejumlah tokoh Muslim berhasil menorehkan sejarah dengan menjabat sebagai wali kota atau kepala pemerintahan daerah di berbagai negara bagian Amerika Serikat. Siapa saja mereka? berikut daftarnya dirangkum Erakini, Kamis (6/11/2025):
1. Abdullah Hussein Hammoud
Tokoh Muslim lain yang cukup menjadi sorotan adalah Abdullah Hammoud. Pria kelahiran Arab, 19 Maret 1990 ini terpilih sebagai Wali Kota ke-7 Dearborn, Michigan, pada 2021 dan mulai menjabat 2022.
Sebagai anggota Partai Demokrat, Hammoud sebelumnya menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat Michigan, mewakili distrik ke-15 dari tahun 2017 hingga 2021.
Hammoud merupakan wali kota Dearborn pertama yang berasal dari keturunan Arab-Amerika, Lebanon-Amerika, sekaligus Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut. Ia juga menjadi wali kota termuda kedua dalam sejarah kota itu.
Ia baru saja kembali terpilih menjadi Wali Kota Dearborn. Ia menang telak setelah memperoleh lebih dari 70 persen suara atas penantangnya, Nagi Almudhegi, pada pemilihan Selasa (4/11/2025).
Dearborn sendiri dikenal sebagai salah satu kota dengan populasi Muslim terbesar di Amerika Serikat. Di bawah kepemimpinannya, Dearborn berupaya memperkuat inklusivitas, pembangunan ekonomi, dan peran komunitas Arab-Amerika dalam pemerintahan lokal.
2. Sumbul Siddiqui
Sumbul Siddiqui yang lahir pada tahun 1988, merupakan seorang pengacara dan politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai wali kota ke-77 Cambridge, Massachusetts. Siddiqui terpilih sebagai wali kota pada tahun 2020 oleh Dewan Kota Cambridge setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota dewan selama tiga tahun.
Ia resmi menggantikan Marc C McGovern pada Januari 2020 dan menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah negara bagian Massachusetts. Siddiqui menjadi Wali Kota Cambridge ke-77 dan menjadi wanita keenam yang menjabat posisi itu. Siddiqui menjaat wali kotahingga awal 2024.
Lahir di Karachi, Pakistan, ia bermigrasi ke Amerika Serikat bersama keluarganya dan kemudian meniti karier politik di Cambridge. Kepemimpinannya menjadi simbol representasi perempuan dan minoritas Muslim di panggung politik lokal AS.
3. Amer Ghalib
Amer Ghalib yang lahir di Arab tahun 1979 merupakan seorang politikus Amerika yang menjabat sebagai Wali Kota Hamtramck, Michigan, sejak tahun 2021.
Dalam pemilihan wali kota Hamtramck tahun 2021, Ghalib mengalahkan petahana Karen Majewski dengan perolehan 68% suara. Ia menjadi warga Arab-Amerika dan Muslim pertama yang memegang jabatan tersebut. Dan, menurut Detroit Free Press, ia juga menjadi wali kota non-Polandia-Amerika pertama dalam 100 tahun terakhir.
Sebagai anggota Partai Demokrat, ia memiliki pandangan sosial konservatif. Ghalib menarik perhatian nasional setelah menerapkan peraturan yang melarang pengibaran bendera Pride di properti milik kota, memutus investasi dari Israel, serta menyatakan dukungan kepada Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2024. Pada Maret 2025, Trump menunjuk Ghalib sebagai duta besar Amerika Serikat untuk Kuwait.
Hamtramck dikenal sebagai kota pertama di Amerika Serikat dengan pemerintahan de facto mayoritas Muslim. Keberhasilan Ghalib mencerminkan bagaimana komunitas imigran mampu berkontribusi dalam politik lokal AS.
4. Mohammed Hameeduddin
Nama Mohammed Hameeduddin juga tercatat dalam sejarah. Ia menjabat sebagai Wali Kota Teaneck, New Jersey, dalam dua periode berbeda, yakni 2010–2014 dan 2016–2020.
Mohammed Hameeduddin yang lahir pada tahun 1973 terpili sebagai Wali Kota Teaneck, New Jersey. Ia terpilih pada 1 Juli 2010 melalui pemungutan suara 5–2 oleh dewan kota nonpartisan. Putra dari pasangan imigran asal Hyderabad, India, Hameeduddin merupakan Muslim-Amerika pertama yang terpilih sebagai wali kota di Bergen County, sekaligus salah satu dari sedikit Muslim yang pernah menjabat sebagai wali kota di Amerika Serikat saat itu.
Pada 1 Juli 2016, Hameeduddin kembali terpilih sebagai wali kota Teaneck oleh dewan kota setelah meninggalnya Wali Kota Lizette Parker pada April tahun tersebut. Masa jabatannya berakhir pada 1 Juli 2020.
Hameeduddin dikenal sebagai salah satu pionir Muslim-Amerika yang menembus jabatan wali kota di kawasan Timur Laut AS, serta menjadi figur yang memperjuangkan pluralisme dan toleransi antaragama.
5. Charles Bilal
Charles Bilal dari Texas merupakan sosok pelopor. Ia menjabat sebagai Wali Kota Kountze pada tahun 1991 dan tercatat sebagai wali kota Muslim pertama di Amerika Serikat. Kehadirannya menjadi tonggak awal bagi partisipasi politik umat Islam di tingkat pemerintahan daerah di AS.
Ia juga dikenal sebagai pembicara motivasi dan pernah menerima undangan ke Arab Saudi yang disponsori oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi. Pada tahun 1994, Bilal berpartisipasi dalam sebuah dewan politik yang membahas bagaimana warga Muslim Amerika dapat terpilih ke jabatan politik.
Ia juga menjadi wali kota AS pertama yang menerima undangan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Selama kunjungan sepuluh harinya pada tahun 1993, Bilal berbicara di berbagai forum tentang pentingnya partisipasi Muslim Amerika dalam kancah politik.